Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Aksi 16 HAKTP di Medan: Organisasi Perempuan Desak Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan

Mistar.idKamis, 4 Desember 2025 20.00
journalist-avatar-top
aksi_16_haktp_di_medan_organisasi_perempuan_desak_penghapusan_kekerasan_terhadap_perempuan

Suasana massa aksi saat melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Puluhan mahasiswa maupun masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi perempuan di Kota Medan menggelar aksi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Kamis (4/12/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Mistar, aksi tersebut dilaksanakan sebagai kampanye gerak bersama 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) 2025, yang mengusung tema Hentikan kekerasan, wujudkan keadilan dan kesejahteraan”.

Diketahui, Kampanye 16 HAKTP berlangsung serentak di seluruh Indonesia mulai 25 November hingga 10 Desember, dengan fokus menyoroti isu kekerasan berbasis gender yang dinilai masih menjadi persoalan serius.

Massa aksi turut membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan perlindungan terhadap perempuan dan anak, sekaligus mengajak publik untuk lebih peka terhadap maraknya kasus kekerasan di wilayah Sumut.

Hal itu ditegaskan oleh salah seorang massa aksi, Ardiana. Ia menyampaikan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumut cenderung meningkat setiap tahun.

“Kami mendesak dihentikannya segala bentuk kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan kekerasan dalam dunia kerja yang masih banyak dialami perempuan,” katanya tegas sembari berorasi.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan tanpa respons nyata dari pemerintah daerah serta pemangku kebijakan lainnya, khususnya lembaga legislatif tingkat daerah yakni DPRD Sumut.

“Banyak dari persoalan ini muncul akibat kemiskinan, ketidakadilan, dan kekerasan struktural yang dihadapi perempuan setiap hari,” ujar Ardiana.

Selama orasi berlangsung, massa aksi turut menampilkan teatrikal yang menggambarkan situasi korban kekerasan dan keterbatasan akses terhadap keadilan. Aparat kepolisian terlihat berjaga untuk memastikan jalannya aksi tetap tertib.

Alih-alih ditemui oleh anggota dewan, massa aksi hanya dipertemukan dengan Kepala Bagian Humas DPRD Sumut, Sofyan. Massa aksi kemudian menyampaikan seluruh aspirasinya dan meminta Kepala Humas untuk dapat meneruskan berbagai tuntutan tersebut kepada pimpinan dewan.

“Kami mengapresiasi aksi damai ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kekerasan berbasis gender,” kata Sofyan.

Setelah membacakan pernyataan sikap, para peserta aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib menjelang azan magrib berkumandang. Mereka berharap kampanye tahun ini dapat mendorong perubahan nyata dan memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak di Sumut maupun di seluruh Indonesia.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN