Viral Korban Bencana Konsumsi Air Banjir, Akademisi USU: Ancaman Serius

Setelah sepekan banjir bandang, warga masih belum memperoleh akses air bersih sehingga terpaksa memakai air parit untuk kebutuhan MCK. (Foto: Antara/Erlangga Bregas Prakoso)
Medan, MISTAR.ID
Viral di media sosial korban bencana di Sumatra mengonsumsi air banjir. Menanggapi masalah ini, Dosen Departemen Ilmu Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatra Utara (USU), Nenni Dwi Aprianti Lubis, SP., M.Si menegaskan bahwa air banjir yang terkontaminasi merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat jika sengaja ataupun tidak sengaja dikonsumsi.
"Patogen (organisme biologis) seperti bakteri (E coli, Salmonella), virus (Hepatitis A), dan parasit dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal akut, termasuk diare, muntah, dan dehidrasi parah," ujarnya kepada Mistar, Senin (29/12/2025).
Lebih lanjut, Nenni mengatakan paparan jangka panjang terhadap air banjir yang kontaminasi kimia seperti logam berat (timbal, arsenik) dan nitrat dari polusi industri atau pertanian dapat mempengaruhi kesehatan.
"Hal tersebut dapat memicu rusaknya organ-organ pada tubuh manusia seperti ginjal, hati, sistem saraf, dan memicu kanker, jika kita mengkonsumsi air banjir yang terkontaminan," tuturnya.
Dirinya pun mengatakan bahwa, hal tersebut sangat berdampak dan terasa kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia jika sengaja ataupun tidak sengaja mengonsumsi air banjir saat bencana alam.
"Saat situasi banjir langkah pencegahan dasar seperti filtrasi, klorinasi, atau reverse osmosis sangat penting mengurangi risiko saat mengonsumsi air banjir," ucapnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER























