Selain Virus, Ini Faktor Penyebab Keracunan Makanan

Ilustrasi makanan yang memiliki kandungan racun disebabkan virus maupun bakteri. (Foto: GeminiAI/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Keracunan makanan bukan hanya disebabkan adanya kontaminasi virus pada makanan yang disajikan, namun ada pula beberapa penyebab kontaminasi lainnya pada makanan.
Hal itu dikatakan Ketua Unit Kerja Kelompok (UKK) Emergensi dan Terapi Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA (K), yang mengatakan ada beberapa penyebab keracunan makanan.
"Penyebab keracunan makanan yang dialami anak itu bukan saja akibat terkontaminasi virus di dalamnya, melainkan ada beberapa faktor penyebab yang dapat mengkontaminasinya," ujarnya kepada Mistar, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, penyebab keracunan makanan dan minuman dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, bahan kimia dan logam, maupun toksin alami yang terkandung dalam bahan makanan.
Lebih lanjut, Yogi mengatakan virus yang menyebabkan keracunan yakni norovirus, rotavirus, dan virus hepatitis A. Dirinya mengatakan ada juga bakteri penyebab keracunan makanan dan minuman.
"Bakteri yang dapat menyebabkan keracunan bisa dari bakteri Salmonella, Campylobacter, E. coli, Vibrio cholerae, Listeria, C. botulinum, dan Bacillus cereus," ucapnya.
Parasit penyebab keracunan, dikatakannya, ada Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, cacing Ascaris, dan cacing Taenia yang sering menginfeksi manusia yang hidup ataupun menyerang usus.
Selanjutnya, toksin alami pun dapat menyebabkan keracunan karena memiliki zat atau senyawa beracun yang diproduksi secara alami oleh organisme hidup seperti tumbuhan, hewan laut, dan jamur.
"Bahan kimia dan logam pun dapat menyebabkan keracunan, namun bahan kimia yang dimaksud pestisida, Polychlorinated Biphenyls (PCB), sedangkan logam berat yaitu timbal dan merkuri," ucapnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Ratusan Orang Dikarantina Usai Tabung Sampel Biologis Pecah di Siberia, Satu Peneliti Tewas













































