Otot Bokong Lemah Bisa Dialami Siapa Saja, Ini Penjelasan Ahli

Ilustrasi. (Foto: Alodokter/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Istilah dead butt syndrome atau gluteal amnesia merujuk pada kondisi melemahnya fungsi otot bokong (gluteus) yang dapat dialami siapa saja, baik orang yang jarang bergerak maupun individu aktif, termasuk atlet profesional.
Ahli fisiologi olahraga klinis asal Kanada, Dean Somerset, menjelaskan kondisi ini umumnya dipicu oleh kebiasaan terlalu lama duduk dan kurangnya aktivasi otot bokong. Namun, terapis fisik di Los Angeles, Chad Waterbury, menyebut gluteal amnesia juga sering ditemukan pada orang yang rutin berolahraga.
Menurut Waterbury, saat melakukan gerakan seperti squat, deadlift, atau lunges, otot lain kerap mengambil alih peran gluteus. Akibatnya, gluteus tidak bekerja optimal dan beban berpindah ke punggung bawah atau lutut.
“Jika gluteus tidak berfungsi dengan baik, otot punggung bawah bisa menanggung beban berlebih dan memicu nyeri kronis. Bahkan, kegagalan gluteus dalam menstabilkan tubuh saat olahraga dapat meningkatkan risiko nyeri lutut hingga cedera ACL,” ujarnya.
Profesor biomekanik tulang belakang, Stuart McGill, PhD, menjelaskan gluteal amnesia terjadi ketika rasa nyeri jangka panjang mengubah pola impuls saraf ke otot. Otak kemudian mencari cara gerak alternatif yang tidak optimal, dan pola tersebut bisa bertahan meski nyeri telah hilang.
McGill menyebut kondisi ini juga dikenal sebagai inhibisi gluteal dan masih dapat dipulihkan melalui aktivasi dan latihan yang tepat.
Untuk mendeteksi fungsi gluteus, Waterbury merekomendasikan tes jembatan glute satu kaki. Jika kontraksi lebih terasa di hamstring atau punggung bawah dibanding bokong, hal itu menandakan gluteus belum bekerja optimal dan perlu dilatih kembali. (hm25)
NEXT ARTICLE
Benarkan Mi Instan Sulit Dicerna di Tubuh?





















