Moyamoya Disease Penyakit Bawaan, Bagaimana Kesiapan RS Sumut Kedepannya?

Diryanklin Kemenkes, dr Obrin Parulian (batik ungu) dan Direktur RSUP H Adam Malik Medan, dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) (batik coklat) saat diwawancarai. (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Direktur Pelayanan Klinis (Diryanklin) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Obrin Parulian, M.Kes mengatakan, penyakit moyamoya disease merupakan penyakit bawaan, sehingga bukan karena gaya hidup atau lain sebagainya.
“Memang seluruh dunia deteksinya ini (moyamoya disease) masih rendah, kemampuan melakukan tindakan seperti bypass dengan memindahkan pembuluh darah kulit menuju ke otak, secara internasional pun kemampuannya masih rendah,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).
Obrin menegaskan jika Kemenkes berupaya dalam penanggulangannya melakukannya dari hulu ke hilir. Mulai dari bagaimana mengedukasi masyarakat pola hidup sehat untuk kasus-kasus yang bisa dicegah.
Ia mengatakan agar bagaimana kedepannya rumah sakit melakukan screening maupun mendeteksi penyakitnya untuk tahu lebih cepat dan dapat segera ditangani.
Baca Juga: Indonesia Target Tangani Kasus Moyamoya Disease melalui Program Proctoring Bypass Serebrovaskular
Terpisah, Direktur RSUP H Adam Malik Medan, dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) menyampaikan kesiapan sumber daya manusianya dalam menangani kasus moyamoya disease kedepannya.
“Dokter bedah saraf kita sudah sangat baik dan untuk tim kita sudah mumpuni juga, cuma kasus (moyamoya disease) saja belum pernah mengerjakan. Maka kita didatangi tim Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) dan kedepan harapannya kita akan kerjakan sendiri,” tuturnya.
Zainal mengatakan untuk di Sumut, penyakit moyamoya disease baru pertama ditemukan, namun sebenarnya karena masyarakat atau dokter, terutama dokter anak memang belum menyadari terhadap kasus tersebut.
“Nanti kita akan publikasikan bahwa kami dengan Tim RS PON sudah bisa melakukan tindakan bypass serebrovaskular di RSUP H Adam Malik. Harapannya akan banyak ketahuan berapa sih kasus penyakit moyamoya disease di Sumut,” ucapnya. (Berry/hm18)






















