Lima Penyebab Utama Kelelahan Saat Perjalanan Jauh dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi pengendara yang alami kelelahan saat perjalanan jauh (foto:berry/gemini/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dokter Klinik Utama Rawat Jalan RL Dermatoclinic, dr. M. Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD, menyampaikan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kelelahan saat melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan motor maupun mobil.
"Faktor pertama yaitu umur. Menurut beberapa penelitian, umur di bawah 30 tahun lebih sering mengalami rasa kantuk dan kelelahan saat mengemudi sehingga berpotensi mengalami kecelakaan," ujarnya kepada MISTAR, Rabu (1/4/2026).
Dijelaskan Allif, khusus untuk usia di atas 30 tahun, biasanya cenderung lebih berhati-hati dalam membawa kendaraan dan menyadari bahaya dibandingkan dengan pengendara muda.
Faktor kedua, menurut Allif, adalah durasi mengemudi yang mempengaruhi tingkat kelelahan pengemudi, karena kapasitas tubuh memiliki batas kemampuan optimal setelah menempuh jarak yang panjang.
Durasi mengemudi yang direkomendasikan adalah maksimal 9 jam dalam satu hari. Apabila durasi melebihi waktu tersebut, pengemudi berisiko mengalami kelelahan.
"Ketiga, kondisi fisik pengemudi. Jika tidak fit, terutama pengendara motor, akan memicu kecelakaan. Jika kondisi tubuh tidak fit, disarankan tidak memaksakan diri untuk tetap berkendara," ucapnya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam itu mengingatkan bahwa waktu istirahat sebelum berkendara dan selama perjalanan sangat mempengaruhi tingkat kelelahan.
"Dianjurkan pengendara memenuhi waktu istirahat sebelum perjalanan, kemudian memberi jeda sesaat sebelum melanjutkan perjalanan. Hal ini bisa memengaruhi keselamatan pengendara hingga sampai tujuan," katanya.
Terakhir, ia menekankan bahwa pengendara dengan berat massa tubuh berlebih cenderung lebih cepat merasa ngantuk. Allif menegaskan bahwa obesitas bukan penyakit, tetapi dapat berdampak buruk bagi kesehatan pengemudi. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Trik Menghadapi Anak Tantrum karena Gadget


















