Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Kesepian Berkepanjangan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Mistar.idKamis, 7 Mei 2026 pukul 05.30 WIB
kesepian_berkepanjangan_tingkatkan_risiko_penyakit_jantung

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kesepian tidak lagi sekadar dipahami sebagai perasaan sunyi atau tidak memiliki teman berbagi cerita. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini juga berdampak pada kesehatan fisik, termasuk meningkatkan risiko penyakit jantung.

Studi dari American Heart Association mengungkapkan kesepian dan isolasi sosial berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner serta kematian akibat stroke.

Temuan ini diperkuat oleh penelitian berjudul Loneliness Status Transitions and Risk of Cardiovascular Disease Among Middle-aged and Older Adults yang menyebut kesepian sebagai salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang.

Secara medis, tidak ada satu penyebab tunggal yang menjelaskan hubungan tersebut. Namun, para peneliti mengidentifikasi sejumlah mekanisme yang diduga berperan, seperti stres kronis, peradangan dalam tubuh, gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, serta kebiasaan hidup yang tidak sehat.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention juga menegaskan bahwa hubungan sosial yang baik dapat membantu seseorang mengelola stres dan menjaga pola hidup sehat, dua faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Kesepian sering kali menjadi tantangan tersendiri karena dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung. Kondisi ini dapat berlangsung lama tanpa disadari, tetapi perlahan memengaruhi kesehatan tubuh. Selain itu, individu yang merasa kesepian cenderung kurang aktif bergerak, memiliki pola tidur tidak teratur, serta kurang menjaga pola makan.

Para ahli mengingatkan bahwa meski merasa sendiri sesekali adalah hal yang wajar, kesepian yang berlangsung terus-menerus perlu diwaspadai sebagai faktor risiko kesehatan. Menjaga hubungan sosial dengan keluarga, teman, maupun komunitas dinilai penting, tidak hanya untuk kesehatan mental, tetapi juga untuk kesehatan fisik. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN