Thursday, October 15, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Kapan Masker Harus Diganti saat Kabut Asap? Ini Panduannya

Mistar.idKamis, 15 Oktober 2026 pukul 17.26 WIB
kapan_masker_harus_diganti_saat_kabut_asap_ini_panduannya

Masyarakat membeli masker (Foto: Dok.Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia memburuk. Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang bahkan dilaporkan mengalami kualitas udara kategori berbahaya berdasarkan pemantauan BMKG.

Dalam kondisi tersebut, penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel polusi, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan. Namun, berapa lama masker dapat digunakan dan kapan harus diganti?

Tanda Masker N95 Harus Diganti

Mengacu pada panduan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), respirator N95 perlu diganti jika kondisinya sudah tidak layak digunakan.

Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  1. Basah atau kotor: Kondisi ini dapat mengganggu penggunaan masker dan menjadi alasan untuk menggantinya.
  2. Rusak: Masker yang robek atau berubah bentuk tidak boleh terus digunakan.
  3. Tali pengikat melar: Masker harus menempel rapat pada wajah agar udara tidak mudah masuk melalui celah.
  4. Tidak lagi pas di wajah: Jika masker tidak mampu menutup hidung dan mulut dengan rapat, perlindungannya dapat berkurang.

Saat memakai N95, pastikan masker terpasang dengan benar dan tidak menyisakan celah di sekitar hidung maupun pipi.

Apakah Masker Harus Diganti Setiap Beberapa Jam?

Tidak ada satu aturan waktu yang berlaku untuk semua jenis masker. Kebutuhan penggantian bergantung pada jenis masker, kondisi pemakaian, serta petunjuk produsen.

Masker yang digunakan sepanjang hari tidak otomatis harus dibuang setelah beberapa jam. Sebaliknya, masker yang baru dipakai sebentar pun perlu diganti jika sudah basah, kotor, rusak, atau tidak lagi terpasang dengan baik.

Penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Network Open menunjukkan bahwa proporsi respirator dengan efisiensi penyaringan di bawah standar 95 persen meningkat seiring bertambahnya jumlah giliran kerja pemakaian. Artinya, penggunaan berulang dapat memengaruhi kemampuan filtrasi respirator.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut berasal dari konteks penggunaan respirator oleh tenaga kesehatan sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan penggunaan masker oleh masyarakat saat menghadapi kabut asap.

Jangan Mencuci Masker N95 Sekali Pakai

Respirator N95 sekali pakai tidak boleh dicuci atau dipanaskan untuk disterilkan dan digunakan kembali. Cara tersebut berisiko merusak kemampuan penyaringan masker.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa aturan penggunaan setiap jenis masker bisa berbeda. Karena itu, selalu ikuti petunjuk produsen dan periksa kondisi masker secara berkala.

Saat kualitas udara memburuk akibat karhutla, gunakan respirator yang sesuai dan pastikan pemasangannya rapat. Jika memungkinkan, kurangi aktivitas di luar ruangan serta ikuti informasi kualitas udara dan imbauan dari otoritas setempat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN