Friday, October 23, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Hindari Kabut Asap Karhutla, Dokter RSUP H Adam Malik Saran Gunakan Masker N9

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 16.32 WIB
hindari_kabut_asap_karhutla_dokter_rsup_h_adam_malik_saran_gunakan_masker_n9

Ilustrasi. (foto: antara/mistar)

Medan, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun para tenaga medis telah menganjurkan pemakaian masker di tengah maraknya kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, tidak semua masker efektif dalam mengantisipasi partikel halus yang terhirup. Namun, penggunaan masker satu lapis dinilai lebih baik dibandingkan tidak memakai masker di kondisi saat ini.

Hal itu disampaikan Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P menanggapi masih banyaknya masyarakat yang enggan memakai masker.

"Masker medis atau satu lapis tetap lebih baik dari pada tidak bermasker sama sekali, tetapi perlindungan yang diberikan jauh di bawah masker jenis KN95 atau N95," ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Harbi mengatakan apabila masyarakat hanya punya masker medis yang tersedia, lebih baik dipakai. Namun, jika ada KN95 yang asli dan pas, jenis masker itu pilihan yang lebih baik saat asap pekat.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu mengatakan, sebuah uji laboratorium yang menggabungkan kemampuan menyaring dengan kebocoran udara di tepi masker.

Hasilnya, perlindungan masker jenis N95 sekitar 16 kali, masker sintetis 2,2 kali, kain katun 1,4 kali dan masker bedah satu lapis menyaring lebih dari 90 persen partikel.

"Namun kekurangan masker bedah sekitar separuh udara yang dihirup, diperkirakan bocor lewat celah tepi masker. Sehingga hasil akhirnya mirip masker sintetis dan katun," katanya.

Dirinya juga membandingkan beberapa jenis masker dengan tingkat perlindungan terendah dan tertinggi. Pertama memilih tanpa masker jelas tidak ada perlindungan nyata dan semua partikel terhirup.

Masker jenis kain katun tipis atau bandana, perlindungannya paling rendah. Satu lapis katun hanya menyaring 8,9 persen partikel asap pada satu studi dan tidak dianjurkan untuk perlindungan dari asap.

"Ketiga masker medis (bedah) pelindungnya ada, tetapi sedang. Filtrasi bahan baik, kebocoran tepi besar namun lebih baik dari pada tanpa masker dan paling berguna bila dipasang rapat," katanya.

Selanjutnya, masker jenis KN95 asli tingkat perlindungannya mendekati masker jenis N95 bila terpasang rapat yang dirancang menyaring partikel dengan tingkat serupa dari N95.

"Terakhir jenis N95 perlindungannya paling tertinggi dengan kemampuan menyaring lebih dari 94 persen partikel hasil pembakaran yang telah diuji dan perlindungannya turun bila tidak pas dipakai," tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN