Monday, October 12, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Filler Tak Hanya untuk Hidung, Ini 5 Area Wajah yang Bisa Ditangani

Mistar.idSenin, 12 Oktober 2026 pukul 15.02 WIB
filler_tak_hanya_untuk_hidung_ini_5_area_wajah_yang_bisa_ditangani

Ilustrasi (Foto: AI)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Filler menjadi salah satu prosedur estetika yang digunakan untuk menambah volume dan memperbaiki kontur wajah. Tak hanya pada hidung, perawatan ini juga dapat dilakukan di sejumlah area lain, seperti pelipis, bawah mata, pipi, garis senyum, dan dagu.

Meski demikian, tidak semua bagian wajah membutuhkan filler. Dokter perlu mengevaluasi proporsi wajah pasien terlebih dahulu untuk menentukan area yang sesuai dengan kebutuhan.

Dokter estetika Avery Clinic Malang dan Avena Aesthetic Surabaya, dr. Isabella Rosellini MH, CMC, menjelaskan bahwa filler dapat disuntikkan pada area wajah yang membutuhkan penambahan volume.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam podcast Beauty Health bertajuk “Sempurnakan Bentuk Wajah dengan Filler Treatment” di kanal YouTube Tribun Health pada 14 Februari 2024.

Menurut Isabella, beberapa area yang dapat dipertimbangkan untuk tindakan filler meliputi pelipis, bawah mata, pipi, garis senyum, dan dagu. Prosedur ini juga dapat digunakan pada hidung untuk menambah proyeksi tanpa operasi.

Namun, keputusan melakukan filler harus didasarkan pada pemeriksaan kondisi dan struktur wajah, bukan sekadar mengikuti tren kecantikan.

Pemeriksaan Wajah Jadi Tahap Penting

Sebelum penyuntikan, dokter akan mengevaluasi bentuk serta proporsi wajah untuk menentukan lokasi dan jumlah filler yang diperlukan. Pendekatan ini bertujuan menghasilkan tampilan yang seimbang dan tetap terlihat alami.

Dalam prosedur yang dijelaskan Isabella, anestesi menggunakan krim dapat diberikan sebelum penyuntikan. Krim tersebut didiamkan sekitar 15 menit untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama tindakan. Waktu dan metode anestesi dapat berbeda sesuai produk serta kebutuhan pasien.

Penggunaan filler juga memiliki risiko, termasuk pembengkakan, memar, infeksi, hingga komplikasi serius akibat penyumbatan pembuluh darah. Karena itu, prosedur sebaiknya dilakukan oleh dokter yang kompeten dengan pemahaman anatomi wajah dan kesiapan menangani komplikasi.

Pada akhirnya, filler bukan tentang menambah volume sebanyak mungkin, melainkan menentukan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien. Konsultasi medis menjadi langkah penting untuk mempertimbangkan manfaat, risiko, dan hasil yang realistis sebelum menjalani perawatan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN