Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Empat Pola Komunikasi Rumah Sakit Agar Tidak Menimbulkan Konflik dan Viral

Mistar.idRabu, 28 Januari 2026 11.59
AN
BS
empat_pola_komunikasi_rumah_sakit_agar_tidak_menimbulkan_konflik_dan_viral

Ketua ARSSI Sumut, Dr. dr. Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H. (Foto: Berry/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Sumatera Utara, Dr. dr. Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H., menyampaikan empat pola komunikasi rumah sakit agar tidak menimbulkan konflik dengan pasien dan berujung viral.

Beni menegaskan pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga menyangkut cara berkomunikasi dengan manusia yang sedang cemas dan membutuhkan kepastian.

“Pola pertama, komunikasi petugas medis dan nonmedis harus dilakukan dengan empati, terbuka, dan menenangkan, terutama dalam situasi sulit,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (28/1/2026).

Lebih lanjut, Beni mengatakan bahwa yang kedua, pasien dan keluarga berhak mendapatkan penjelasan yang utuh dan jujur, bukan respons yang defensif atau terkesan menutup diri.

“Ketiga, rumah sakit perlu memiliki SPO komunikasi krisis yang jelas, termasuk mekanisme satu pintu informasi, agar pesan yang disampaikan konsisten dan tidak membingungkan,” ucapnya.

Selain itu, yang keempat adalah petugas frontliner perlu dibekali pelatihan komunikasi publik dan pengelolaan emosi, sehingga mampu menghadapi situasi penuh tekanan dengan sikap profesional dan manusiawi.

Ia menilai banyak peristiwa yang menjadi viral di masyarakat bukan semata-mata disebabkan kegagalan tindakan medis, melainkan karena pasien dan keluarga merasa tidak didengar, tidak dipahami, dan tidak mendapatkan penjelasan yang layak.

“Pada akhirnya, komunikasi yang empatik dan transparan merupakan bagian tak terpisahkan dari mutu pelayanan rumah sakit, sekaligus menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN