Tuesday, October 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dokter Ingatkan Gejala Tersembunyi Paparan Kabut Asap pada Anak dan Lansia

Mistar.idSelasa, 20 Oktober 2026 pukul 16.49 WIB
dokter_ingatkan_gejala_tersembunyi_paparan_kabut_asap_pada_anak_dan_lansia

dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P. (foto: dokumentasi pribadi/mistar)

Medan, MISTAR.ID - dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P menyampaikan gejala yang luput dari perhatian masyarakat akibat paparan kabut asap yang terhirup.

Menurut Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan itu, gejala yang luput tersebut sering dialami pada kelompok lansia, anak, bayi dan penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

"Pada lansia gejala bisa tanpa batuk, hanya tampak lemas, nafsu makan turun, napas lebih cepat, atau mendadak bingung sering luput dari perhatian," ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Harbi mengatakan untuk kelompok anak maupun bayi terlihat dari gejala batuk malam, rewel, malas menyusu atau makan, napas lebih cepat, atau dada tampak tertarik ke dalam saat menarik napas.

Tak hanya itu, gejala lainnya yang luput dari perhatian orang tua seperti, anak yang sulit napas, sangat mengantuk, atau menolak makan dan minum perlu pertolongan segera.

"Kalau untuk kelompok penderita asma dan PPOK, terlihat tanda gejala seperti pelega napas lebih sering dipakai, dahak bertambah atau berubah warna, dan malam hari terbangun karena sesak," ucapnya.

Dokter Spesialis Paru itu mengingatkan agar gejala batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu jangan terus disalahkan pada asap. Penderita disarankan memeriksakan karena penyebabnya bisa lain, termasuk TBC.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu menyampaikan tidak semua orang merasakan gejala saat terpapar asap, sehingga menunggu gejala bukan strategi perlindungan yang aman.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN