Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Warga Kuba Hadapi Krisis Pangan dan Pemadaman Listrik

Mistar.idJumat, 13 Februari 2026 11.14
AN
warga_kuba_hadapi_krisis_pangan_dan_pemadaman_listrik

Tekanan kebijakan Amerika Serikat, lumpuhkan Kuba hingga krisis pangan dan pemadaman listrik. (Foto: Istimewa)

news_banner

Kuba, MISTAR.ID

Kuba menghadapi krisis pangan dan pemadaman listrik yang semakin parah akibat kelangkaan bahan bakar yang dipicu tekanan kebijakan Amerika Serikat terhadap pasokan minyak negara tersebut.

Seorang warga Kuba, Isben Peralta, menggambarkan kondisi sulit yang dialami masyarakat di tengah krisis tersebut. Ia mengatakan situasi yang dihadapi warga dinilai tidak manusiawi karena banyak orang kesulitan memperoleh makanan dan kebutuhan dasar.

Peralta, yang tinggal di Ciego de Avila dan mengelola pizzeria kecil dari rumahnya, mengaku masih beruntung karena mendapatkan listrik selama beberapa jam setiap hari. Namun, di sejumlah wilayah lain, warga dapat mengalami pemadaman listrik hingga 10-11 jam dengan aliran listrik hanya sekitar 30 menit.

Krisis energi juga berdampak pada sektor transportasi udara. Bandara Internasional Jose Marti di Havana memperingatkan melalui NOTAM bahwa persediaan bahan bakar jet hampir habis, memaksa sejumlah maskapai menghentikan penerbangan dan memulangkan wisatawan.

Luis Escalona, warga Kanada yang berencana mengunjungi keluarga di Holguin, mengatakan pembatalan penerbangan membuatnya tidak dapat menemani ibunya berobat. Ia juga mengaku kecewa karena telah membeli berbagai kebutuhan bagi keluarganya di Kuba yang sulit diperoleh di negara tersebut.

Kuba selama ini bergantung pada pasokan minyak dari Venezuela. Namun sejak pertengahan Desember, pasokan tersebut terhenti setelah Amerika Serikat meningkatkan tekanan ekonomi, termasuk kebijakan yang menargetkan negara-negara pemasok bahan bakar ke Kuba.

Sejumlah pengamat menilai tekanan ekonomi tersebut bertujuan memperlemah ekonomi Kuba, yang sebelumnya telah menghadapi kekurangan pangan, obat-obatan, serta masalah energi berkepanjangan.

Dalam praktik diplomasi internasional, bantuan kemanusiaan umumnya dikecualikan dari sanksi ekonomi, sehingga sejumlah pihak menyerukan dukungan tambahan bagi warga Kuba yang terdampak krisis. (hm25)