29.9 C
New York
Monday, July 15, 2024

Wagner Puji Kemampuan Militer Ukraina, Disamakan dengan NATO

Rusia, MISTAR.ID

Wagner Group dan Yevgeny Prigozhin merupakan tentara bayaran Rusia yang ikut berperang merebut daerah Ukraina mengakui kemampuan militer Ukraina, bahkan disamakan dengan kemampuan pasukan Uni Soviet dan NATO.

Menurut Prigozhin, militer Ukraina sangat terorganisir dan sangat terlatih serta memiliki intelijen di level tertinggi. Sebaliknya ia menilai bahwa pasukan Rusia justru yang tidak siap melawan pasukan Kyiv, bahkan ketika berada di wilayah mereka sendiri.

Prigozhin lantas memuji pasukan Ukraina sebagai salah satu prajurit terkuat di dunia. Puja-puji Prigozhin ini terlontar saat Rusia mengalami “guncangan” dalam beberapa waktu terakhir karena diserang oleh warganya sendiri di daerah perbatasan.

“Mereka dapat mengoperasikan sistem militer apapun dengan kesuksesan yang sama dengan yang dicapai oleh Soviet atau NATO,” kata Prigozhin dalam wawancara bersama blogger Rusia, Konstantin Dolgov.

Baca Juga:ParlemenĀ Prancis Sepakati Wagner Group Sebagai Organisasi Teroris

Dua kelompok anti-Presiden Rusia Vladimir Putin, yakni Freedom of Rusia Legion dan Korps Relawan Rusia, mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Belgorod pada awal pekan ini, yang memicu kemarahan dan kebingungan di antara pakar militer Moskow.

Saat ditanya mengenai serangan ini, Prigozhin menyampaikan pasukan pertahanan Rusia “sama sekali tidak siap untuk melawan mereka dalam bentuk maupun formasi apapun.”

“Kami di sini bersama Ukraina, yang merupakan musuh kami, di tengah peperangan, kelompok Korps Sukarelawan Rusia datang dengan mudah dan melewati [perbatasan] dengan tank-tank dan APC tanpa kesulitan apapun dan membuat video mereka sendiri,” ujar Prigozhin.

Baca Juga:Bos Wagner Sebut Birokrasi Bobrok Bikin Invasi Rusia Kacau di Ukraina

Selama ini, Prigozhin sebenarnya sudah sering mengkritik militer Rusia. Kritikan itu diberikan seiring dengan upayanya merebut kekuasaan melawan komandan militer Kremlin di timur Ukraina.

Awal bulan ini, misalnya, Prigozhin menyalahkan kepala pertahanan Rusia atas puluhan ribu prajurit Wagner yang menjadi korban karena tak punya cukup amunisi untuk bertarung di medan perang.

Namun, pernyataannya kepada Dolgov kali ini seolah menjadi peringatan khusus untuk sekutu Putin. Ia lantas menggambarkan potensi situasi jika warga mulai murka karena melihat saudara mereka tewas di medan perang.

Baca Juga:Wagner Group, Tentara Bayaran Rusia Dituntut Sebagai Organisasi Teroris

“Pertama para prajurit akan bangkit, dan setelah itu orang yang mereka cintai bangkit. Salah jika kita berpikir bahwa ada ratusan dari mereka,” katanya.

“Sudah ada puluhan ribu dari mereka, dan kerabat dari mereka yang terbunuh. Mungkin akan ada ratusan ribu. Kita tidak bisa menghindarinya.”

Seiring dengan hal tersebut, Prigozhin pun kembali mendesak Rusia untuk meningkatkan kemampuan para prajurit dalam berperang demi bisa mengalahkan Ukraina.(republika/hm17).

Related Articles

Latest Articles