Tiga Pesawat Pengebom Milik AS Mendarat di Inggris

Pesawat pengebom B-1 Lancer. (Foto: YouTube)
Gloucestershire, MISTAR.ID
Tiga pesawat pengebom milik Amerika Serikat dilaporkan mendarat di pangkalan udara di Inggris di tengah persiapan Pentagon meningkatkan serangan terhadap Iran.
Dilaporkan Middle East Eye pada Selasa (10/3/2026), satu pesawat pengebom jenis B-1 Lancer lebih dulu tiba di pangkalan udara RAF Fairford yang berada di wilayah Gloucestershire, Inggris selatan, pada Jumat (6/3/2026) malam waktu setempat.
Dua pesawat pengebom lainnya kemudian mendarat di pangkalan yang sama pada Sabtu (7/3/2026) pagi. Pangkalan udara tersebut diperkirakan akan menerima tambahan pesawat militer AS dalam beberapa hari ke depan.
Pesawat pengebom B-1 Lancer diketahui memiliki nilai sekitar US$2 miliar atau setara Rp33,9 triliun per unit. Pesawat ini mampu membawa hingga 24 rudal jelajah sekaligus, sehingga dapat menjalankan misi jarak jauh dengan tingkat deteksi yang rendah.
Menurut United States Air Force, pesawat tersebut dirancang cepat mengirimkan sejumlah besar senjata presisi dan non-presisi kapan pun dan dimana pun.
Secara terpisah, sebuah pesawat angkut militer jenis C-5 Galaxy juga dilaporkan tiba di pangkalan udara yang sama pada Jumat (6/3/2026). Pesawat kargo ini merupakan yang terbesar dalam armada militer Amerika Serikat.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebelumnya menyatakan akan memanfaatkan sejumlah pangkalan militer di Inggris untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran.
“Ketika kami mengatakan akan ada lebih banyak lagi, itu berarti lebih banyak skuadron jet tempur, lebih banyak kemampuan pertahanan, dan lebih banyak serangan pesawat pengebom,” ujarnya.
Penggunaan pangkalan Inggris dalam operasi militer AS ini terjadi setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mendapat kritik dari Presiden AS Donald Trump karena dinilai kurang mendukung.
Starmer sebelumnya menolak penggunaan pangkalan gabungan Inggris-AS di Diego Garcia yang berada di Kepulauan Chagos untuk menyerang Iran.
Pada Minggu (8/3/2026), Starmer memastikan Amerika Serikat sudah diperbolehkan memanfaatkan pangkalan militer Inggris guna menargetkan sejumlah lokasi peluncuran rudal milik Iran. (hm20)






















