Thursday, October 15, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Serangan Houthi ke Saudi Makin Panas, 2 WNI Jadi Korban

Mistar.idKamis, 15 Oktober 2026 pukul 21.05 WIB
serangan_houthi_ke_saudi_makin_panas_2_wni_jadi_korban_

Ilustrasi, Kelompok perlawanan Houthi di Yaman. (Foto: Antara/Anadolu)

Jakarta, MISTAR.ID (15/10/2026) — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyiapkan rencana evakuasi atau kontingensi bagi warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, di tengah serangan yang meningkat dari milisi Houthi di Yaman.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan pernyataan itu dalam rilis tertulis, saat ditanya apakah ada rencana evakuasi menyusul eskalasi di Saudi.

"Perwakilan RI terkait, baik KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah, telah menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan yang akan selalu disesuaikan dengan perkembangan di lapangan," kata Heni, Kamis (15/10/2026).

Di kesempatan terpisah, Juru Bicara II Kemlu Vahd Nabyl mengimbau WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi untuk memastikan kembali status penerbangan ke maskapai masing-masing. WNI juga terus diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari otoritas Saudi serta KBRI Riyadh.

Nabyl juga mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.

Kemlu, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah juga akan terus memantau perkembangan situasi terkini dan mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Saudi.

Saat ini, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kekonsuleran serta pelindungan WNI. WNI yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 dan hotline KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.

Beberapa hari terakhir, Houthi menggempur sejumlah wilayah Saudi. Serangan itu menyasar fasilitas strategis, seperti Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Imbas operasi itu, belasan orang meninggal dan ratusan terluka, termasuk dua WNI yang sempat dirawat di rumah sakit. Kini, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.(CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN