Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditahan AS di Penjara Kumuh Rawan Penusukan

Tangkapan layar dari video akun Rapid Response 47 milik Gedung Putih memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro digiring ke penjara oleh agen Badan Penindakan Narkoba (DEA) AS. (X @RapidResponse47 via AFP)
Caracas, MISTAR.ID
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjalani masa penahanan sambil menunggu vonis di Metropolitan Detention Center (MDC), Brooklyn, Negara Bagian New York, setelah dibawa ke Amerika Serikat (AS). Penjara federal tersebut dikenal dengan kondisi buruk.
Sejumlah laporan menyebut fasilitas ini kekurangan staf kronis, rawan kekerasan antar-narapidana, hingga pemadaman listrik berkepanjangan. MDC dibangun pada era 1990-an sebagai respons atas kepadatan penjara di wilayah New York. Namun, seiring waktu, penjara ini justru mendapat sorotan karena sarana yang tak memadai.
Beberapa tokoh terkenal pernah ditahan di MDC, antara lain penyanyi R Kelly, sosialita Ghislaine Maxwell yang terkait dengan terdakwa kasus perdagangan seks jeffrey Epstein, mantan pengusaha farmasi Martin Shkreli, eks raja kripto Sam Bankman-Fried, hingga musisi Sean “Diddy” Combs. Sosok yang diduga pemimpin kartel narkoba, Ismael “El Mayo” Zambada Garcia, juga pernah mendekam di sana.
“Sangat sulit menjadi narapidana di sana,” ujar pengacara Marc Agnifilo dalam sidang tahun 2024, saat membela kliennya, Sean Combs, dikutip dari CNN, Senin (5/1/2026).
Ia menyebut kondisi MDC akan menyulitkan persiapan persidangan. Kekerasan menjadi hal yang kerap terjadi. Pada pertengahan 2024, seorang narapidana tewas ditikam. Sebulan berselang, napi lain meninggal akibat perkelahian.
MDC juga pernah mengalami pemadaman listrik besar pada 2019. Ribuan napi terpaksa bertahan dalam suhu dingin dan kegelapan total selama hampir sepekan. Insiden itu memicu investigasi Departemen Kehakiman AS yang berujung pada kompensasi sebesar 10 juta dollar AS (kini Rp167,17 miliar) untuk 1.600 tahanan terdampak.
Dalam gugatan yang diajukan, disebutkan bahwa para tahanan dikurung berhari-hari di sel gelap dan tidak higienis, dengan toilet rusak dan fasilitas sanitasi minim. MDC menjadi satu-satunya penjara federal yang melayani wilayah New York City setelah lapas di Manhattan ditutup pasca-kematian Epstein 2019.
Dakwaan untuk Maduro
Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York atas sejumlah tuduhan serius. Tuduhan-tuduhan tersebut mencakup konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan senjata otomatis.
“Mereka akan segera menghadapi murka keadilan Amerika sepenuhnya di tanah Amerika di pengadilan Amerika,” tulis Bondi.
Dakwaan terhadap Maduro kali pertama diajukan pada 2020, sedangkan dakwaan terhadap Cilia Flores baru terungkap kini. Pada Agustus 2025, pemerintahan Trump menggandakan imbalan untuk informasi penangkapan Maduro menjadi 50 juta dollar AS (Rp 835,5 miliar). Ia dituduh sebagai pemimpin Cartel de los Soles, organisasi perdagangan narkoba transnasional.
Trump berulang kali menyebut Venezuela sebagai pengekspor utama narkoba ke AS, dan menuduh Caracas mengambil alih hak minyak milik AS. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut membagikan ulang pernyataannya dari awal 2025, menyebut Maduro bukanlah presiden sah Venezuela karena pemilu yang dianggap penuh penyimpangan oleh pengamat internasional.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER


















