Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Berlin Blackout, Lebih 45.000 Rumah Padam Listrik Selama 5 Hari

Mistar.idSenin, 5 Januari 2026 09.43
journalist-avatar-top
berlin_blackout_lebih_45000_rumah_padam_listrik_selama_5_hari

Pemandangan di jalanan Ibu Kota Berlin, Jerman, saat blackout atau mati listrik total akibat terbakarnya kabel daya, Minggu (4/1/2026). (foto: AFP/RALF HIRSCHBERGER)

news_banner

Berlin, MISTAR.ID

Lebih dari 45.000 rumah dan tempat usaha di Kota Berlin, Jerman terdampak pemadaman listrik besar-besaran (blackout) sejak Sabtu (3/1/2026) pagi, setelah sejumlah kabel tegangan tinggi terbakar dalam insiden yang diduga sebagai aksi pembakaran.

Pihak berwenang memperkirakan sekitar 35.000 rumah tangga masih akan tanpa listrik sampai lima hari ke depan hingga Kamis (8/1/2026), sedangkan sisanya diperkirakan kembali menyala pada Minggu (4/1/2026) pagi.

“Kita sedang menghadapi pemadaman listrik sangat serius yang memengaruhi puluhan ribu rumah tangga dan bisnis, termasuk fasilitas perawatan, rumah sakit, banyak lembaga sosial, dan perusahaan,” ujar Franziska Giffey, senator Berlin untuk urusan ekonomi, dikutip dari kantor berita AFP.

Insiden terjadi di kawasan Lichterfelde, Berlin barat daya. Layanan darurat menerima laporan pada Sabtu pagi tentang kebakaran di beberapa kabel tegangan tinggi, yang melintas di jembatan dekat pembangkit listrik setempat. Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, tetapi skala kerusakan cukup parah.

Operator jaringan listrik Stromnetz Berlin menyebutkan, perbaikan bisa memakan waktu lama. Kondisi cuaca dingin dan salju memperlambat pemasangan kabel bawah tanah pengganti. Tak hanya listrik, sistem pemanas distrik lokal juga terdampak.

Sistem ini mengandalkan pasokan listrik untuk mengalirkan panas melalui jaringan pipa, dan kini ikut lumpuh di tengah suhu yang mendekati titik beku.

Polisi telah mengerahkan sekitar 160 personel untuk menyelidiki penyebab kebakaran, dan saat ini fokus pada dugaan pembakaran. Mobil polisi dengan pengeras suara berkeliling ke lingkungan terdampak untuk memperingatkan warga agar menghemat daya, menyiapkan senter, dan mengungsi ke rumah kerabat bila memungkinkan.

Selain pemukiman, beberapa stasiun kereta api juga terdampak. Mesin tiket dan papan informasi elektronik tidak berfungsi, tetapi layanan kereta tetap berjalan.

Blackout ini lebih parah dibandingkan insiden serupa pada September 2025. Kala itu, kebakaran di tiang listrik menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan aliran listrik, dan penyelidikan juga mengarah pada aksi sabotase.

Sebuah kelompok anarkis mengeklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Otoritas Jerman saat ini dalam kondisi siaga tinggi terhadap potensi sabotase, baik dari dalam negeri maupun oleh aktor asing seperti Rusia, yang ditengarai menargetkan infrastruktur vital negara itu.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN