Prabowo Telepon Mohammed bin Salman Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah dan Stabilitas Kawasan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS), di Istana Al-Salam, Jeddah, pada Rabu, (2/7/2025), dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Arab Saudi sekaligus Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dalam percakapan tersebut, keduanya membahas perkembangan terbaru terkait eskalasi militer yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Informasi mengenai komunikasi kedua pemimpin itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui akun resmi mereka di platform X (Twitter) pada Kamis (12/3/2026).
Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi berdiskusi langsung dengan Presiden Indonesia mengenai dampak serius dari meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut.
Menurut keterangan resmi itu, pembicaraan menyoroti bagaimana eskalasi konflik dapat memengaruhi keamanan serta stabilitas regional maupun internasional.
Prabowo Serukan Penghentian Operasi Militer
Dalam percakapan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pandangan Indonesia terkait situasi yang berkembang. Ia menekankan pentingnya menghentikan segera operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan konflik.
Dalam pernyataan resmi itu disebutkan bahwa Presiden Indonesia menilai langkah penghentian operasi militer diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.
eruan tersebut juga mencerminkan posisi Indonesia yang secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog damai.
Perhatian Global terhadap Konflik Timur Tengah
Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah belakangan kembali menjadi perhatian dunia internasional. Konflik yang meningkat tidak hanya berdampak pada stabilitas regional, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan global serta kondisi ekonomi internasional.
Komunikasi antara pemimpin negara seperti yang dilakukan oleh Prabowo Subianto dan Mohammed bin Salman dinilai menjadi bagian dari upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan yang sedang terjadi.
Melalui dialog tersebut, kedua pihak diharapkan dapat mendorong terciptanya stabilitas dan solusi damai di kawasan yang saat ini tengah menghadapi eskalasi konflik.
PREVIOUS ARTICLE
Iran Kirim 11,7 Juta Barel Minyak Mentah ke China













