Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Polisi Australia Sebut Ideologi ISIS Jadi Motif Penembakan Massal di Pantai Bondi

Mistar.idRabu, 17 Desember 2025 pukul 13.52 WIB
polisi_australia_sebut_ideologi_isis_jadi_motif_penembakan_massal_di_pantai_bondi

Penembakan yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney menewaskan 10 orang dan belasan lainnya terluka. (Foto: Reuters/Nine Network/Seven Network/Austr)

news_banner

Sydney, MISTAR.ID

Kepolisian New South Wales menyatakan ideologi ISIS menjadi motif penembakan massal yang dilakukan oleh ayah dan anak di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025). Insiden tersebut menewaskan 16 orang, termasuk salah satu pelaku.

Pelaku penembakan diketahui bernama Sajid Akram, 50 tahun, dan putranya, Naveed Akram, 24 tahun. Keduanya melepaskan tembakan saat berlangsung acara Hanukkah Yahudi di kawasan Pantai Bondi. Sajid Akram tewas dalam baku tembak dengan polisi, sementara Naveed saat ini ditahan dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi menyebut aksi tersebut dilakukan karena dorongan ideologi ISIS. Pada Selasa (16/12/2025), aparat mengungkapkan kendaraan yang digunakan pelaku, yang terdaftar atas nama Naveed, berisi alat peledak rakitan serta dua bendera ISIS.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan temuan tersebut menunjukkan adanya pengaruh ekstremisme yang serius. Ia menegaskan bahwa kedua pelaku diyakini terinspirasi ideologi radikal ISIS.

Albanese mengungkapkan Naveed sempat diselidiki oleh badan intelijen Australia selama enam bulan terkait hubungannya dengan dua orang yang kemudian dipenjara. Namun, penyelidikan tersebut tidak menemukan bukti bahwa Naveed telah teradikalisasi, sehingga pemantauan dihentikan.

Sementara itu, Sajid Akram juga pernah diwawancarai aparat pada 2019 dalam penyelidikan terpisah, tetapi saat itu tidak menunjukkan indikasi paham radikal.

Polisi kini menyelidiki kemungkinan proses radikalisasi lanjutan, termasuk menelusuri perjalanan keduanya ke Filipina pada November lalu. Otoritas Filipina mengonfirmasi keluarga Akram tiba pada 1 November dengan tujuan ke Davao, Mindanao, wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis sejumlah kelompok ekstremis.

Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh latar belakang dan proses radikalisasi yang melatarbelakangi aksi penembakan tersebut. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN