Penembakan di Gereja Yordania Tewaskan Tujuh Orang, 40 Lainnya Luka-luka

Penembakan di Gereja Yordania. (Foto: CNBC)
Amman, MISTAR.ID – Serangan bersenjata terjadi saat prosesi pemakaman berlangsung di sebuah gereja di Yordania. Insiden yang menewaskan tujuh orang dan melukai 40 lainnya itu disebut sebagai aksi terorisme yang diduga dilakukan kelompok ekstremis. Serangan terhadap komunitas Kristen di negara tersebut tergolong peristiwa langka.
Dilansir Reuters, Sabtu (24/10/2026), Kepala Direktorat Keamanan Publik Yordania, Mayor Jenderal Abdallah al-Maaytah, dalam konferensi pers mengatakan sebagian besar korban luka masih mendapatkan perawatan medis setelah penembakan di Gereja Hamoud, wilayah Karak. Sementara itu, aparat keamanan masih memburu para pelaku.
Menteri Kesehatan Yordania mengonfirmasi jumlah korban luka mencapai 40 orang. Adapun Menteri Dalam Negeri Mazin Al Farrayeh menyebut serangan tersebut dilakukan oleh kelompok ekstremis. Namun, ia menegaskan belum dapat memastikan apakah kelompok tersebut memiliki hubungan dengan organisasi tertentu, baik di dalam maupun luar negeri.
Aksi penembakan seperti ini jarang terjadi di Yordania, yang dikenal sebagai salah satu negara relatif stabil di kawasan Timur Tengah. Meski begitu, otoritas setempat mengungkapkan telah beberapa kali menggagalkan rencana serangan kelompok militan dalam beberapa tahun terakhir.
Sampai saat ini, belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Stasiun televisi pemerintah Yordania, Al-Mamlaka, menayangkan rekaman yang diduga berasal dari kamera pengawas gereja. Dalam video tersebut terlihat tiga orang bersenjata melepaskan tembakan dari area trotoar dengan berlindung di balik pepohonan dan tembok pendek.
Rekaman selanjutnya memperlihatkan ketiga pelaku berlari ke arah pintu masuk gereja. Reuters menyatakan telah memverifikasi keaslian video tersebut dengan mencocokkan jalur masuk, tembok pembatas gereja, serta sejumlah detail lainnya.
Perdana Menteri Yordania, Jafar Hassan, mengecam keras aksi penembakan tersebut. Melalui pernyataan di media sosial X, ia menyebut kekerasan itu sebagai dampak ideologi teroris dan ekstremisme.
"Ini adalah akibat dari ideologi teroris dan ekstremisme buta; kami tidak akan membiarkan masyarakat terjerumus ke jalan seperti ini," ujar Hassan.
Salah seorang saksi, Khaled Burqan, yang berada di lokasi pemakaman, mengatakan kepada Al-Mamlaka bahwa puluhan orang sedang berkumpul ketika para pelaku mulai menembaki mereka selama beberapa menit.
Saksi lainnya, Ihab Ammareen, mengaku melihat sejumlah orang bersimbah darah tergeletak di lantai setelah penembakan berlangsung. Ia menggambarkan suasana di lokasi dipenuhi tangisan dan teriakan warga.
"Orang-orang menangis, meratap, dan menjerit-sulit untuk menggambarkannya," tuturnya kepada stasiun televisi tersebut.
Beberapa jam setelah kejadian, Raja Abdullah dari Yordania mendatangi Karak. Ia menegaskan negara akan memberikan hukuman tegas kepada para pelaku. Raja Abdullah juga menyatakan serangan tersebut tidak akan mampu merusak persatuan masyarakat Yordania.
"Serangan teroris terhadap Karak akan dibalas dengan tindakan yang paling keras. Mereka yang berkhayal bisa memecah belah rakyat Yordania dengan peluru mereka tidak akan memiliki peluang di hadapan persatuan kita," demikian pernyataannya.
PREVIOUS ARTICLE
WNI Terluka Akibat Topan Champi yang Melanda Taiwan













































