Penembakan di Gereja Yordania Tewaskan Tujuh Orang, 40 Lainnya Luka-luka

Penembakan di Gereja Yordania. (Foto: CNBC)
Sementara itu, rekaman Reuters dari lokasi kejadian memperlihatkan bercak darah di lantai dekat pintu masuk gereja. Sejumlah personel keamanan juga terlihat telah ditempatkan di sekitar lokasi untuk mengamankan area.
Kecaman terhadap serangan tersebut turut disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Melalui akun X, ia mengutuk aksi kekerasan itu dan menegaskan bahwa penyerangan terhadap warga sipil maupun tempat ibadah tidak dapat dibenarkan.
Keprihatinan juga terlihat dari warga yang mendatangi rumah sakit pemerintah di Karak untuk memberikan dukungan kepada para korban luka. Mereka mengaku terkejut atas tragedi yang terjadi.
Salah seorang warga, Hani Al-Mbaydeen, mengatakan masyarakat membutuhkan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap asal-usul paham ekstremisme yang diduga melatarbelakangi serangan tersebut.
"Peristiwa hari ini membuat kami terdiam, tak mampu berkata-kata. Namun, satu-satunya tuntutan kami kepada negara adalah agar mereka menyelidiki paham-paham kelam ini-dari mana asalnya dan bagaimana paham tersebut bisa merasuki pikiran anak-anak kita," ujarnya.
Yordania merupakan negara dengan komunitas Kristen sebagai kelompok minoritas. Negara tersebut juga memiliki sejumlah situs bersejarah yang tercatat dalam Alkitab dan menjadi tujuan ziarah umat Kristen dari berbagai negara.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, turut mengecam insiden tersebut. Melalui unggahan di X, ia menyebut penembakan itu sebagai serangan keji dan brutal terhadap tempat ibadah.
Di sisi lain, Yordania merupakan salah satu sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Negara tersebut juga terdampak serangan Iran pada tahun ini, setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. (Reuters)
PREVIOUS ARTICLE
WNI Terluka Akibat Topan Champi yang Melanda Taiwan













































