Para Pemimpin Dunia yang Pernah Dikabarkan Meninggal Dunia Padahal Masih Hidup

Kolase empat pemimpin dunia yang pernah diisukan meninggal dunia padahal masih sehat: Kim Jong Un, Vladimir Putin, Fidel Castro, dan Deng Xiaoping. (Foto ilustrasi: maris/kolase Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID (21/10/2026) — Berita kematian pemimpin sebuah negara, apalagi negara besar dan berpengaruh, tentu saja mengagetkan. Namun, tidak jarang berita kematian itu hanya kabar burung alias hoaks. Hoaks itu pernah menimpa sejumlah pemimpin dunia termasuk dari Rusia, yang ternyata masih sehat dan bugar. Berikut daftarnya.
1. Kim Jong Un
Rumor Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un meninggal dunia ramai dibicarakan di media sosial. Kabar kematian Kim Jong Un pertama kali beredar lewat kicauan Ketua Partai Demokrasi China, Wanjun Xie, di akun X-nya.
Xie mengklaim pemimpin Korea Utara tersebut meninggal dunia setelah mengalami perdarahan otak. Ia juga mengklaim adik perempuan Kim, Kim Yo Jong, telah mengambil alih kendali rezim menggantikan putrinya, Kim Ju Ae.
"Menurut rumor yang beredar, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un tiba-tiba mengalami perdarahan otak dan jatuh koma. Karena fasilitas medis Korea Utara dinilai tertinggal dan tidak mampu memberikan pertolongan dengan cepat, negara tersebut terpaksa meminta bantuan China. Rumah Sakit Concord Beijing segera mengirimkan tim ahli medis ke Korea Utara untuk membantu menyelamatkan Kim Jong Un," bunyi kicauan Xie di X pada Senin (19/10/2026).
Namun, kabar mengenai kematian itu tidak terbukti. Kantor berita Korsel, Yonhap, justru mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan Kim Jong Un bersama putrinya tengah menghadiri lokasi pameran industri di Pyongyang pada Senin (19/10/2026).
2. Vladimir Putin
Pemimpin Rusia Vladimir Putin juga beberapa kali diisukan meninggal. Pada Mei 2022, Putin dikabarkan meninggal akibat kanker darah, berdasarkan laporan yang diklaim berasal dari sumber intelijen Inggris (MI6). Kematiannya disebut dirahasiakan oleh elite Kremlin dan penampilannya di publik digantikan pemeran pengganti. Namun, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyangkal isu tersebut.
Kemudian Oktober 2023 lalu, saluran Telegram anonim asal Rusia, General SVR, sempat menyebarkan klaim bahwa Putin mengalami serangan jantung dan dinyatakan meninggal di Istana Kremlin.
Meski demikian, Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov langsung membantah keras kabar tersebut. Ia menegaskan kabar itu adalah hoaks. Hingga kini, Putin masih tetap sehat dan memimpin Rusia.
3. Fidel Castro
Fidel Castro adalah pemimpin Kuba yang juga lebih dari sekali diterpa isu kematian, apalagi usianya yang tidak lagi muda. Rentang isu tersebut terjadi dari 2006 hingga 2016.
Isu kematian diembuskan karena ia sempat menjalani operasi usus dan kebiasaan mengisap cerutu. Pada sekitar 2006, misalnya, ada isu ia sudah meninggal. Namun, sebuah artikel yang dilansir media pemerintah Kuba memperlihatkan Castro sedang berdiri dekat pepohonan memakai kemeja dan topi koboi.
"Saya bahkan sudah tidak ingat lagi apa rasanya menderita sakit kepala," ucap Castro.
Artikel itu menjadi bukti terakhir sang revolusioner masih hidup dan terlihat sehat setelah lebih dari seminggu dikabarkan menjalani perawatan lantaran sakit keras.
CBS News pernah mengulas mengapa ia sering diisukan meninggal. "Pemimpin Kuba, Fidel Castro, selalu menertawakan spekulasi tentang kesehatannya," tulis CBS.
Dengan postur atletis dan stamina fisik yang bertahan hingga usia 70-an, tampaknya ia akan terus berkuasa selama bertahun-tahun lagi.
Dokter pribadi Castro, seorang spesialis di bidang umur panjang, bahkan pernah menyatakan pada 2004 bahwa pemimpin tersebut dapat hidup hingga usia 140 tahun. "Saya tidak melebih-lebihkan," kata Dr. Eugenio Selman.
Pada akhirnya, ia meninggal dunia pada 25 November 2016 di usia 90 tahun.
4. Deng Xiaoping
Berkali-kali Deng Xiaoping dikabarkan meninggal, terutama pascatragedi Tiananmen 1989. Namun, media resmi Tiongkok biasanya membantah laporan tentang kesehatan pemimpin yang dijuluki Bapak China Modern ini dan menuduh media luar negeri mengarang berita tersebut dengan motif tersembunyi.
Kantor Berita China Baru (NCNA), misalnya, berkali-kali menyebut, "Kondisi kesehatan Deng Xiaoping sangat baik, menurut informasi yang diperoleh koresponden NCNA dari sumber yang dapat dipercaya," demikian bunyi laporan bertanggal Hong Kong tersebut.
Deng pernah dirumorkan meninggal pada 1989 setelah tindakan keras di Lapangan Tiananmen. Sebab, Deng sempat tidak terlihat di publik. Media dan siaran radio di Taiwan menyebarkan kabar bahwa Deng telah meninggal dunia. Pada 6 Juni 1989, stasiun televisi pemerintah Tiongkok (China Central Television) membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai rumor belaka.
Pada Februari 1993, ia diisukan meninggal. Pihak berwenang Tiongkok segera membantah isu tersebut dan menyatakan bahwa Deng dalam kondisi sangat sehat, bahkan dapat berjalan bebas tanpa bantuan serta memiliki pikiran yang jernih saat berada di Shanghai.
Setahun kemudian, isu kematian Deng kembali berembus yang menyebabkan guncangan pasar finansial global.
Tuduhan ini dibantah langsung oleh putranya, Deng Pufang, yang menegaskan bahwa ayahnya berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menjalani kehidupan pensiun yang normal, dan bahkan sangat antusias menonton Piala Dunia 1994 di televisi.
Deng Xiaoping pada akhirnya wafat pada 19 Februari 1997 di usia 92 tahun akibat komplikasi penyakit Parkinson dan infeksi paru-paru. Namun, beberapa hari sebelum kematiannya, rumor kematian sempat kembali muncul dan lagi-lagi dibantah oleh pemerintah sebelum akhirnya ia benar-benar mengembuskan napas terakhir.(cnn/hm02)





































