Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pilgub Ohio Memanas, Iklan Tampilkan Ibu Kandung Amy Acton Dikecam Hebat

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 07.52 WIB
pilgub_ohio_memanas_iklan_tampilkan_ibu_kandung_amy_acton_dikecam_hebat_

Kandidat gubernur dari Partai Demokrat, Amy Acton, berbicara dalam sebuah acara kampanye setelah memenangkan nominasi partai untuk posisi gubernur pada 5 Mei 2026 di Columbus, Ohio. (Foto: Jay LaPrete/AP/Politico)

Columbus, MISTAR.ID (21/10/2026) — Tim kampanye kandidat gubernur Ohio dari Partai Demokrat, Amy Acton, mengecam keras sebuah iklan yang menampilkan ibu kandungnya, sosok yang kini tidak lagi memiliki hubungan dengannya. Belum diketahui secara pasti siapa pihak yang mendanai iklan tersebut, yang mulai beredar di media sosial pada Senin malam.

Tim kampanye Acton pada Selasa melontarkan kecaman keras terhadap iklan tersebut di tengah persaingan sengit antara Acton dan kandidat dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy, untuk memperebutkan kursi gubernur negara bagian tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis tim kampanyenya, saudara laki-laki Acton, Philip Stearns, menyebut iklan yang salinannya diperoleh blog politik Ohio, The Rooster, telah mengeksploitasi dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami saudarinya di masa kecil demi keuntungan politik.

"Tidak mengherankan jika Vivek Ramaswamy tega melakukan tindakan serendah dan sehina ini, dengan mencoba mengubah pengalaman pelecehan seksual yang dialami Amy pada usia 12 tahun — yang dilakukan oleh suami dari ibu kandung kami — menjadi bahan pembicaraan politik," ujar Stearns.

"Setelah pria itu ditangkap dan saya serta Amy dipindahkan dari pengawasan mereka, ibu kandung kami tetap mempertahankan pernikahannya dengan pelaku pemerkosa Amy hingga pria tersebut meninggal dunia. Serangan yang putus asa dan menjijikkan ini menunjukkan jati diri Vivek Ramaswamy yang sebenarnya, seorang pria yang sangat menyedihkan, yang rela menyakiti siapa pun demi mendapatkan apa yang ia inginkan," katanya.

Kemudian pada Selasa (20/10/2026) waktu setempat, Acton menanggapi iklan tersebut saat tampil di Spectrum News dan mengecam lawan politiknya itu.

"Saya tidak akan menormalisasi seseorang yang menganggap masa kecil saya hanyalah sesuatu yang saya jadikan bahan keluhan," tegas Acton. Ia menambahkan iklan tersebut merupakan bagian dari pola yang kerap dilakukan Ramaswamy, yakni memanfaatkan dinamika keluarga lawan politiknya untuk kepentingannya sendiri, merujuk pada tindakannya yang pernah menyinggung putri Nikki Haley dalam debat pemilihan presiden dari Partai Republik pada 2016.

Hingga kini belum diketahui siapa pihak yang mendanai iklan tersebut. Versi yang diunggah The Rooster tampaknya merupakan draf tahap akhir yang tidak menyertakan keterangan "dibayar oleh" untuk mengungkap pihak pendana. Selain itu, hingga Selasa pagi, iklan itu tampaknya belum ditayangkan di televisi, menurut basis data yang dikelola layanan pelacakan iklan AdImpact.

Meski demikian, juru bicara tim kampanye Ramaswamy, Connie Luck, membela iklan tersebut dalam pernyataan kepada Politico.

"Kita tidak tahu apa yang terjadi antara Amy dan ibunya — yang pertama kali angkat bicara mengenai Amy pada 2020 — tetapi kita tahu bahwa Amy Acton adalah seseorang yang gemar mengarang cerita dan memiliki masalah serius dengan kebenaran. Publik perlu mengetahui hal ini sebelum memutuskan siapa yang akan mereka percayai untuk menjabat sebagai gubernur," ujar Luck.

Ia menuduh Acton berbohong mengenai Ramaswamy maupun rekam jejaknya sendiri, serta menghindari debat.

"Semua orang yang paling mengenalnya — mantan atasannya, mantan rekan kerjanya di pemerintahan, sesama dokter, dan kini ibu kandungnya sendiri — dengan jelas memperingatkan warga Ohio untuk tidak memilihnya," kata Luck.

Iklan tersebut menampilkan ibu Acton, Donna Arthur, yang mendesak para pemilih untuk tidak memberikan suara bagi putrinya.

"Jangan biarkan dia menjadi gubernur Anda. Jika Anda berpikir dia akan membuat hidup Anda lebih baik, Anda hanya membohongi diri sendiri. Keadaan justru akan menjadi lebih buruk," ujar Arthur dalam iklan tersebut.

Selama bertahun-tahun, Acton mengungkapkan ia dan ibunya telah hidup terpisah sejak masih kecil, yakni ketika ayah tirinya didakwa melakukan pemerkosaan terhadap Acton saat ia berusia 12 tahun. Menurut dokumen pengadilan dari beberapa dekade silam yang dibagikan tim kampanye Acton, pria tersebut mengaku tidak bersalah dan kemudian dikabarkan melarikan diri ke luar negara bagian.

Meskipun Acton tidak membahas pelecehan yang ia alami semasa kecil selama masa kampanyenya, ia sempat menuturkan kepada The Youngstown Vindicator pada 2019, "Di gedung pengadilan setelah dakwaan dijatuhkan, saya hendak menciumnya, tetapi ia justru memalingkan wajahnya. Itulah terakhir kalinya saya melihat dia."

Acton dan Ramaswamy terlibat dalam persaingan ketat menjelang pemilihan umum November. Meski Presiden Donald Trump memenangkan negara bagian tersebut dalam setiap pencalonan presidennya, jajak pendapat terbaru dari Marist menunjukkan Acton unggul 7 poin di antara calon pemilih.(politico/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN