Obama Sindir Hilangnya Kesopanan Usai Video Rasis Beredar di Akun Trump

Barack Obama. (foto: reuters/mistar)
Washington DC, MISTAR.ID
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, angkat bicara secara tidak langsung terkait video bernada rasis yang sempat diunggah di akun media sosial Presiden AS Donald Trump.
Dilansir BBC, Minggu (15/2/2026), video tersebut menampilkan cuplikan yang menggambarkan Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai kera. Konten itu memicu kecaman luas, baik dari Partai Demokrat maupun sejumlah tokoh Partai Republik.
Awalnya, Gedung Putih membela unggahan tersebut dengan menyebut kritik publik sebagai “kemarahan palsu”. Tak lama kemudian, Gedung Putih menyatakan video itu diunggah akibat kesalahan seorang staf dan akhirnya dihapus.
Video yang diiringi lagu The Lion Sleeps Tonight itu muncul di bagian akhir unggahan di akun Truth Social milik Trump. Isi video secara umum kembali mengangkat tuduhan tak berdasar tentang kecurangan dalam Pemilu 2020. Cuplikan tersebut mengingatkan pada karikatur rasis lama yang membandingkan orang kulit hitam dengan monyet.
Sejumlah politisi mengecam keras konten tersebut. Senator Partai Republik, Tim Scott—satu-satunya senator Republik berkulit hitam—menyebutnya sebagai “hal paling rasis” yang pernah ia lihat berasal dari Gedung Putih.
Trump sendiri mengaku tidak melihat bagian video yang menampilkan keluarga Obama. Saat ditanya apakah akan meminta maaf, ia menjawab singkat, “Saya tidak membuat kesalahan.”
Sementara itu, Obama menyampaikan tanggapannya saat tampil dalam podcast berdurasi 47 menit bersama podcaster liberal Brian Tyler Cohen yang dirilis, Sabtu (14/2/2026). Dalam perbincangan tersebut, Cohen menyinggung penurunan kualitas wacana politik di AS, termasuk kontroversi unggahan Trump.
Tanpa menyebut nama Trump secara langsung, Obama mengatakan mayoritas rakyat Amerika merasa terganggu dengan perilaku semacam itu.
“Penting untuk disadari bahwa sebagian besar rakyat Amerika menganggap perilaku ini sangat mengganggu. Memang hal seperti itu menarik perhatian dan mengalihkan fokus,” ujar Obama.
Ia juga menyoroti menurunnya rasa malu dan kesopanan dalam ruang publik. Menurutnya, media sosial kini dipenuhi “pertunjukan badut” yang mengabaikan nilai kepantasan dan rasa hormat terhadap jabatan publik.
“Ada semacam pertunjukan badut di media sosial dan televisi. Dulu orang merasa perlu menjaga kesopanan, rasa pantas, dan hormat terhadap jabatan. Sekarang itu seperti hilang,” katanya.
Dalam wawancara tersebut, Obama juga membahas sejumlah isu lain, termasuk dukungannya terhadap demonstrasi damai terkait kebijakan imigrasi, persoalan penataan ulang daerah pemilihan, serta perkembangan perpustakaan kepresidenannya yang dijadwalkan dibuka di Chicago tahun depan.
Hingga kini, polemik video tersebut masih menjadi sorotan publik di Amerika Serikat.
BERITA TERPOPULER























