Marco Rubio: AS Akan Tinjau Ulang Hubungan dengan NATO

Logo NATO. (Foto: aa.com)
Washington DC, MISTAR.ID
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan pemerintah AS akan meninjau kembali hubungan dengan NATO setelah konflik dengan Iran berakhir.
“Saya pikir tidak diragukan lagi, setelah konflik ini selesai, kita harus meninjau kembali hubungan tersebut dan menilai kembali nilai NATO bagi negara kita,” ujar Rubio dalam wawancara dengan Sean Hannity di Fox News, seperti dikutip AFP, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan bahwa keputusan akhir terkait hal tersebut berada di tangan Presiden Donald Trump.
Rubio menegaskan dirinya selama ini termasuk pendukung kuat NATO, terutama saat masih menjabat sebagai senator. Ia menilai aliansi tersebut memiliki nilai strategis, khususnya karena keberadaan pangkalan militer di Eropa yang memudahkan AS memproyeksikan kekuatan ke berbagai kawasan.
Namun, ia menyoroti kondisi terkini yang dinilai berubah.
“Jika aliansi NATO membuat kita tidak bisa menggunakan pangkalan itu untuk membela kepentingan Amerika, maka NATO menjadi jalan satu arah,” katanya.
Menurut Rubio, meski Washington tidak meminta sekutu NATO terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran, akses terhadap pangkalan militer menjadi hal krusial.
“Ketika kita membutuhkan izin menggunakan pangkalan militer mereka dan jawabannya ‘tidak’, maka kita harus bertanya, untuk apa kita berada di NATO?” ujarnya.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah negara Eropa membatasi penggunaan fasilitas militer mereka oleh AS. Italia dilaporkan menolak izin pendaratan pesawat pengebom AS yang menuju Timur Tengah.
Sementara Spanyol menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer AS yang menjalankan misi terkait Iran. (hm20)
























