Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kotak Hitam Pesawat yang Ditumpangi Panglima Militer Libya Ditemukan

Mistar.idRabu, 24 Desember 2025 pukul 23.09 WIB
kotak_hitam_pesawat_yang_ditumpangi_panglima_militer_libya_ditemukan

Ilustrasi pesawat jatuh. (Foto: Richard R. Schünemann-Unsplash)

news_banner

Haymana, MISTAR.ID

Otoritas Turki berhasil menemukan kotak hitam pesawat jet pribadi yang ditumpangi panglima militer Libya dan jatuh di Distrik Haymana, Turki, Rabu (24/12/2025) waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan Letnan Jenderal Mohammed Al Haddad bersama empat pejabat militer senior Libya lainnya.

Pesawat jenis Falcon 50 itu sebelumnya sempat mengajukan permintaan pendaratan darurat kepada menara pengawas Bandara Ankara setelah awak melaporkan adanya gangguan kelistrikan. Tak lama setelah laporan tersebut, komunikasi dengan pesawat terputus.

Beberapa menit kemudian, puing-puing pesawat ditemukan berserakan di wilayah Haymana. Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengonfirmasi bahwa perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR) telah berhasil diamankan.

“Proses pemeriksaan dan analisis terhadap perangkat tersebut sudah dimulai,” ujar Yerlikaya, dikutip dari AFP, Kamis (23/12/2025).

Diketahui, Al Haddad hendak kembali ke Tripoli usai melakukan kunjungan ke Ankara untuk bertemu sejumlah pejabat militer Turki. Di dalam pesawat terdapat delapan orang, termasuk pilot dan kru.

Yerlikaya menyebutkan bahwa beberapa jenazah telah ditemukan di lokasi kejadian. Ia juga mengungkapkan, sebanyak 22 orang yang merupakan keluarga dan kerabat korban telah tiba di Ankara.

“Kami memohon ampunan Tuhan bagi para korban kecelakaan tragis ini dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Pesawat tersebut dilaporkan lepas landas dari Bandara Esenboga, Ankara, pada pukul 17.10 GMT dan kehilangan kontak sekitar 42 menit kemudian.

Kepala Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran, mengatakan awak pesawat sempat menyampaikan kondisi darurat akibat masalah kelistrikan serta meminta izin pendaratan darurat sebelum akhirnya hilang kontak.

Pesawat bahkan sempat mengirimkan sinyal permintaan pendaratan darurat di area sekitar Haymana, sekitar 74 kilometer dari Ankara, namun upaya komunikasi selanjutnya tidak berhasil dilakukan. (hm20)






BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN