Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kejaksaan Paris Bentuk Tim Khusus Selidiki Keterlibatan Jean-Luc Brunel di Kasus Jeffrey Epstein

Mistar.idSenin, 16 Februari 2026 11.51
EH
kejaksaan_paris_bentuk_tim_khusus_selidiki_keterlibatan_jeanluc_brunel_di_kasus_jeffrey_epstein

Jean-Luc Brunel. (Foto: m.imdb.com)

news_banner

Paris, MISTAR.ID

Kejaksaan Paris membentuk tim hakim khusus untuk menelaah bukti yang berpotensi menyeret beberapa warga negara Prancis dalam kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein, pelaku yang sebelumnya dihukum di Amerika Serikat.

Mengutip AFP, Senin (16/2/2026), pihak kejaksaan menyatakan akan meninjau perkara mantan eksekutif agensi model Prancis, Jean-Luc Brunel, yang dikenal sebagai rekan dekat Epstein dan meninggal dunia di tahanan pada 2022.

Tim baru tersebut akan berkoordinasi dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional serta kepolisian, dengan tujuan membuka penyelidikan atas dugaan tindak pidana yang melibatkan warga Prancis.

Menurut perwakilan Kejaksaan Paris kepada AFP, langkah ini dilakukan untuk mengekstrak setiap elemen yang dapat dimanfaatkan dalam kerangka investigasi baru.

Brunel ditemukan tewas di selnya di penjara Paris setelah didakwa memperkosa anak di bawah umur. Proses hukum terhadapnya dihentikan pada 2023 menyusul kematiannya, tanpa ada pihak lain yang didakwa dalam perkara tersebut.

Jaksa menyebut hasil penyelidikan menunjukkan Brunel merupakan teman dekat Epstein dan diduga menawarkan pekerjaan model kepada gadis-gadis muda dari latar belakang kurang mampu. Ia juga disebut melakukan tindakan seksual terhadap anak di bawah umur di Amerika Serikat, Kepulauan Virgin AS, Paris, dan wilayah Prancis selatan.

Berdasarkan keterangan kejaksaan, sepuluh perempuan telah melayangkan tuduhan terhadap Brunel. Beberapa di antaranya mengaku dibujuk mengonsumsi alkohol sebelum dipaksa melakukan hubungan seksual.

Dalam dokumen terkait Epstein yang dirilis oleh United States Department of Justice, sejumlah nama tokoh publik Prancis lainnya ikut dicantumkan. Namun, penyebutan nama dalam dokumen tersebut tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam pelanggaran hukum.

Usai rilis dokumen itu, Kejaksaan Paris juga menerima permintaan untuk menyelidiki tiga kasus baru yang melibatkan seorang diplomat Prancis, seorang agen modeling, dan seorang musisi.

Atas permintaan Kementerian Luar Negeri Prancis, kejaksaan tengah menelusuri laporan kemunculan nama diplomat senior Fabrice Aidan dalam kumpulan dokumen terkait Epstein yang dipublikasikan otoritas AS.

Selain itu, kejaksaan menerima pengaduan dari seorang perempuan asal Swedia terhadap Daniel Siad, perekrut model yang disebut memiliki kedekatan dengan Epstein. Ia dituduh melakukan tindakan seksual yang digambarkan sebagai pemerkosaan dan diduga terjadi di Prancis pada 1990.

Pengaduan juga diajukan terhadap konduktor Prancis Frederic Chaslin terkait dugaan pelecehan seksual pada 2016.

Rilis terbaru dokumen Epstein turut berdampak pada Jack Lang, yang memutuskan mundur dari jabatannya sebagai kepala Institut Dunia Arab.

Lang membantah melakukan pelanggaran, dan mengaku terkejut namanya tercantum dalam anggaran dasar perusahaan lepas pantai yang didirikan Epstein pada 2016.

Sementara itu, kantor jaksa keuangan nasional menyatakan telah membuka penyelidikan awal atas dugaan penipuan pajak berat dan pencucian uang terhadap Lang dan putrinya, Caroline Lang. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN