Kabut Asap Lintas Negara Belum Masuk Mekanisme Bencana ASEAN, Malaysia Buka Suara

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan. (Foto: Suara.com)
Kuala Lumpur, MISTAR.ID – Malaysia akan mengangkat persoalan kabut asap lintas batas dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina, pada November 2026.
Kuala Lumpur menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian khusus karena belum tercakup dalam mekanisme ASEAN untuk penanganan bencana alam.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan mekanisme ASEAN yang selama ini digunakan untuk menangani bencana alam belum mengategorikan kabut asap sebagai bagian dari persoalan tersebut.
“Kami sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau diklasifikasikan sebagai bencana alam,” kata Mohamad, dilansir dari Kompas.com, Kamis (15/10/2026).
“Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang secara pribadi akan saya angkat dalam pertemuan dengan rekan-rekan saya,” lanjutnya.
Rencana tersebut telah dikonfirmasi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial. Ia menyebut persoalan kabut asap lintas batas masuk dalam agenda pertemuan para menteri luar negeri ASEAN sebagai persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.
“Ini masuk dalam agenda,” kata Imperial.
Sebagaimana dilansir CNA, kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung selama berbulan-bulan di Indonesia telah menyebabkan kabut asap menyelimuti Malaysia dan Singapura dalam beberapa pekan terakhir.
Kebakaran yang terutama terjadi di Sumatera dan Kalimantan itu disebut sebagai yang paling intens di Indonesia dalam 11 tahun terakhir. Dampaknya tidak hanya dirasakan melalui penurunan kualitas udara, tetapi juga peningkatan gangguan pernapasan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sejumlah sekolah di Malaysia, termasuk di Johor, bahkan terpaksa ditutup.
“Indonesia memiliki tiga sampai empat pesawat dan 34 helikopter, tetapi mereka tidak dapat lepas landas karena jarak pandang sangat buruk sehingga penerbangan di wilayah terdampak tidak aman,” kata Mohamad.
Malaysia, lanjut Mohamad, mengakui upaya pemerintah Indonesia dalam menangani kebakaran tersebut dan menyampaikan simpati atas situasi yang dihadapi Indonesia.
Ia berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah yang lebih efektif untuk mengatasi kebakaran dan kabut asap yang dampaknya turut dirasakan masyarakat negara tetangga. (cna)
























































