Thursday, October 15, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Lagi Banyak Jasa Pendamping di China Buat Kawani Lansia Ngobrol

Mistar.idKamis, 15 Oktober 2026 pukul 11.40 WIB
lagi_banyak_jasa_pendamping_di_china_buat_kawani_lansia_ngobrol

Lansia di China. (Foto: Xinhua)

Beijing, MISTAR.ID – Seorang perempuan berusia 91 tahun di pinggiran Beijing, China, kini tidak lagi harus menjalani hari-harinya dalam kesepian. Setelah kehilangan suaminya dan mengalami gangguan penglihatan akibat glaukoma, Yang mendapat bantuan dari jasa pendamping lansia yang tidak hanya mengantarkan makanan, tetapi juga menemaninya berbincang.

Sebelum mendapatkan layanan tersebut, Yang mengaku kerap berbicara dengan televisi ketika membutuhkan teman. Kesepian bahkan pernah membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidup melalui eutanasia sukarela.

"Kesulitan terbesar sebenarnya adalah kesepian. Terkadang, kalau ingin berbicara dengan seseorang, saya berbicara dengan televisi," kata Yang kepada BBC, Kamis (15/10/2026).

Ia mengaku pernah menanyakan kemungkinan eutanasia kepada putranya. Namun, sang anak menjelaskan bahwa praktik tersebut dilarang di China.

"Saya bilang kepadanya, kalau suatu hari nanti dilegalkan, saya ingin melakukannya. Saya sudah tidak ingin hidup lebih lama lagi," ujarnya.

Kondisi Yang mulai berubah setelah ia menjadi pelanggan layanan pendampingan lansia yang dijalankan Wang Yingwei di Beijing. Yingwei merupakan mantan penjual telepon seluler yang kini mengelola usaha jasa pendampingan bersama tim kecilnya.

Tim tersebut mendatangi rumah pelanggan untuk membantu berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mengantarkan makanan, memperbaiki perlengkapan rumah tangga, hingga menemani lansia berbincang.

Khusus untuk Yang, mereka datang dua kali sehari untuk mengantarkan makanan hangat. Yingwei juga membantu memperbaiki pendingin ruangan yang sebelumnya sulit dioperasikan Yang akibat gangguan penglihatannya.

Setelah peralatan tersebut kembali berfungsi, Yang merasa lebih nyaman menjalani aktivitas di rumah. Kehadiran para pendamping juga membuatnya tidak lagi merasa kesepian seperti sebelumnya.

"Senang rasanya memiliki seseorang ketika kita membutuhkannya, seseorang yang bisa diajak berbagi isi hati," kata Yang.

"Dulu saya memang kesulitan menghadapi kesepian, tetapi sekarang masalah itu sudah teratasi. Saya cukup bahagia," lanjutnya.

Yingwei menyebut para pendamping dalam timnya sebagai "anak-anak komunitas", yakni sosok yang hadir untuk membantu lansia ketika anggota keluarga tidak selalu berada di dekat mereka.

"Kami menganggap diri kami sebagai anak-anak di lingkungan masyarakat," ujar Yingwei.

"Artinya, kami menempatkan diri pada posisi orang lanjut usia dan benar-benar memperhatikan kebutuhan mereka," lanjutnya.

Layanan semacam ini menjadi bagian dari industri jasa pendamping berbayar yang berkembang di China. Meningkatnya kebutuhan terhadap bantuan sehari-hari sekaligus hubungan sosial membuat jasa tersebut menjadi salah satu pilihan bagi lansia yang tinggal sendiri atau jauh dari keluarga. (bbc)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN