Jimmy Lai Dihukum, Kasus Keamanan Nasional Hong Kong Jadi Sorotan Dunia

Jimmy Lai dinyatakan bersalah atas tuduhan keamanan nasional dalam persidangannya di Hong Kong. (Foto: Anthony Wallace/AFP/Getty ImagesPhotograph: Anthony Wallace/AFP/Getty Images melalui The Guardian/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Mantan penerbit Apple Daily, Jimmy Lai, resmi dinyatakan bersalah dalam kasus keamanan nasional Hong Kong pada 15 Desember 2025. Vonis ini menjadi sorotan internasional karena menguji batas kebebasan pers, hak asasi, dan prinsip “satu negara, dua sistem” yang dijanjikan Beijing.
Kasus ini juga menandai bagaimana hukum keamanan nasional digunakan untuk menindak tokoh oposisi dan media kritis di wilayah semi‑otonom itu.
Vonis Bersejarah dan Tuduhan Utama
Jimmy Lai, 78 tahun, dinyatakan bersalah atas tuduhan konspirasi berkolusi dengan kekuatan asing, yang dapat mengancam keamanan nasional Hong Kong. Sidang vonis dijadwalkan menentukan hukuman pada Januari 2026, dengan potensi hukuman berat bagi pendiri media pro-demokrasi ini.
Jaksa menuduh Lai menggunakan Apple Daily untuk mendorong sanksi terhadap pejabat Hong Kong dan China, serta berkolaborasi dengan pihak asing yang dianggap mengancam keamanan nasional.
Sidang dilakukan tanpa juri, dipimpin panel tiga hakim khusus kasus keamanan nasional. Praktik ini mendapat kritik dari pengamat hukum internasional yang menilai independensi peradilan Hong Kong semakin terkikis.
Apple Daily dan Kebebasan Pers
Apple Daily, media yang didirikan Lai, dikenal vokal mengkritik Beijing.
Penutupan media ini pada 2021, serta pembekuan asetnya, menjadi simbol berkurangnya kebebasan pers di Hong Kong dan menimbulkan protes dari komunitas internasional.
Kesehatan Lai dan Reaksi Publik
Kesehatan fisik Lai memburuk selama penahanan. Anak-anaknya dan laporan independen menyebut ia mengalami penurunan berat badan dan masalah tekanan darah, menimbulkan kekhawatiran tentang dampak hukuman bagi usia lanjutnya.
Di luar ruang sidang, pendukung Lai menggelar protes dan aksi solidaritas, menekankan pentingnya kebebasan pers dan demokrasi di Hong Kong.
Reaksi internasional beragam: Inggris mengecam proses hukum dan menyerukan pembebasan Lai, sementara China menegaskan keputusan pengadilan sepenuhnya sah. Organisasi HAM menyebut vonis ini sebagai pukulan serius terhadap kebebasan pers.
Makna Kasus Lai
Kasus Jimmy Lai bukan sekadar persidangan biasa. Ini menjadi simbol pertarungan antara kebebasan pers, hak sipil, dan kekuasaan negara.
Vonis ini juga menguji komitmen prinsip satu negara, dua sistem, serta menjadi momentum penting bagi politik dan masyarakat Hong Kong di mata dunia.
(berbagaisumber/ai/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Jose Antonio Kast Menang Pilpres, Chile Resmi Berbelok ke KananBERITA TERPOPULER























