Pasukan AS Cegat Kapal Kargo China Tujuan Iran

Ilustrasi. (Foto: AFP/Miguel Riopa)
Jakarta, MISTAR.ID
Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mencegat dan menaiki sebuah kapal kargo yang berlayar dari China menuju Iran pada November lalu. Insiden ini disebut sebagai bagian dari meningkatnya taktik maritim agresif pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa personel militer AS menaiki kapal tersebut beberapa ratus mil dari perairan Sri Lanka. Operasi tersebut menjadi pencegatan pertama dalam beberapa tahun terakhir terhadap kapal kargo yang berlayar dari China ke Iran.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, intervensi tersebut melibatkan pasukan operasi khusus AS. Kapal kargo itu kemudian diizinkan melanjutkan perjalanan setelah militer AS menyita sejumlah barang yang dinilai “berpotensi berguna untuk senjata konvensional Iran”.
Namun, pejabat AS menyebut barang yang disita merupakan material penggunaan ganda (dual-use), yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sipil maupun militer.
Komando Indo-Pasifik AS belum memberikan konfirmasi resmi atas laporan tersebut.
Insiden ini terjadi beberapa pekan sebelum AS menyita kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada awal pekan ini, dengan alasan pelanggaran sanksi. Tindakan semacam itu sebelumnya jarang dilakukan Washington selama beberapa tahun terakhir.
Iran hingga kini masih berada di bawah sanksi ketat AS. Baik Iran maupun China belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan pencegatan kapal kargo tersebut. Namun, Beijing secara konsisten menyebut sanksi AS terhadap Iran sebagai tindakan ilegal.
China Layangkan Protes
Sementara itu, China melayangkan protes keras atas penyitaan kapal tanker minyak Venezuela yang kemudian dibawa ke pelabuhan Texas, AS.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan Beijing menentang sanksi sepihak dan yurisdiksi jangka panjang yang dinilai tidak memiliki dasar hukum internasional maupun otorisasi Dewan Keamanan PBB.
“China menentang sanksi terlarang sepihak dan penyalahgunaan sanksi,” ujar Guo Jiakun pada Jumat (12/12/2025).
Di sisi lain, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pemerintahan Trump tidak menutup kemungkinan akan melakukan penyitaan kapal lainnya di sekitar perairan Venezuela di masa mendatang. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Donald Trump: Operasi Darat AS di Venezuela Bakal Dimulai






















