Tuesday, October 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Jepang Luncurkan Misi Bersejarah ke Bulan Mars, Sampel Ditargetkan Tiba di Bumi pada 2031

Mistar.idSelasa, 20 Oktober 2026 pukul 17.24 WIB
jepang_luncurkan_misi_bersejarah_ke_bulan_mars_sampel_ditargetkan_tiba_di_bumi_pada_2031

Foto udara memperlihatkan model uji kedua roket H3 lepas landas dari landasan peluncuran di Pusat Antariksa Tanegashima, Pulau Tanegashima, Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya, pada 17 Februari 2024. (foto: Kyodo via Reuters)

Jakarta, MISTAR.ID - Jepang meluncurkan wahana antariksa tak berawak menuju Phobos, salah satu bulan milik Planet Mars, Selasa (20/10/2026). Misi tersebut bertujuan mengambil sampel batuan dan tanah dari permukaan Phobos untuk dibawa kembali ke Bumi pada 2031.

Wahana Martian Moons eXploration (MMX) milik Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) diluncurkan menggunakan roket H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima di Jepang barat daya.

Peluncuran berlangsung pukul 04.41 waktu Jepang atau pukul 02.41 WIB. Misi ini diharapkan menjadi yang pertama mengumpulkan sampel langsung dari bulan Mars dan membawanya kembali ke Bumi untuk dianalisis.

Mengutip Reuters, wahana MMX diperkirakan tiba di sekitar Mars pada Agustus 2027. JAXA menargetkan pengambilan sedikitnya 10 gram material dari Phobos sebelum sampel tersebut dikirim kembali ke Bumi.\

Para ilmuwan berharap material yang dikumpulkan dapat membantu mengungkap asal-usul Phobos dan Deimos, dua bulan yang mengorbit Mars, sekaligus memberikan petunjuk mengenai proses pembentukan tata surya pada masa awal.

Hingga kini, asal-usul kedua bulan tersebut masih menjadi pertanyaan ilmiah. Salah satu teori menyebut Phobos dan Deimos merupakan asteroid yang tertangkap gravitasi Mars. Teori lainnya menyatakan kedua benda langit itu terbentuk dari material yang terlontar akibat tumbukan besar di sekitar Mars.

Melalui analisis sampel secara langsung di laboratorium Bumi, para peneliti diharapkan dapat memperoleh informasi lebih terperinci mengenai komposisi material dan sejarah pembentukan kedua bulan tersebut.

Akan Meneliti Dua Bulan Mars

Selama menjalankan misinya, MMX tidak hanya mengamati Phobos, tetapi juga Deimos. Wahana tersebut dirancang untuk melakukan pengamatan terhadap kedua bulan Mars dari jarak dekat.

Misi ini juga melibatkan kerja sama internasional, termasuk kontribusi Badan Antariksa Eropa (ESA) dan sejumlah lembaga antariksa lainnya.

Menurut ESA, MMX ditargetkan menjadi wahana pertama yang mengorbit Phobos, mengambil sampel dari permukaannya, dan membawa material dari sistem Mars kembali ke Bumi.

Keberhasilan misi ini dapat membuka peluang penelitian lanjutan mengenai evolusi Mars dan lingkungan di sekitarnya. Informasi tersebut juga berpotensi membantu ilmuwan memahami bagaimana benda-benda kecil di tata surya terbentuk dan berkembang.

Peluncuran MMX sekaligus menjadi misi antarplanet pertama bagi roket H3 Jepang. Roket tersebut sebelumnya mengalami kegagalan pada penerbangan perdananya pada 2023, tetapi kemudian melanjutkan serangkaian penerbangan dengan hasil yang sebagian besar berhasil. (*)

Dengan perjalanan yang diperkirakan berlangsung sekitar lima tahun, misi MMX menjadi salah satu upaya penting Jepang untuk memperluas penelitian manusia terhadap Mars dan benda-benda langit yang mengitarinya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN