Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 48 Jam dari AS

Mistar.idSabtu, 4 April 2026 pukul 13.37 WIB
iran_tolak_proposal_gencatan_senjata_48_jam_dari_as

Ilustrasi. (Foto: Reuters/Khaled Abdullah)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Iran menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan Amerika Serikat di tengah konflik yang masih berlangsung.

Sumber pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya menyebutkan, tawaran tersebut disampaikan melalui negara ketiga pada Rabu (2/4/2026). Namun, Teheran tidak hanya menolak usulan itu, tetapi juga enggan bertemu mediator untuk pembicaraan lebih lanjut.

“Iran menolak proposal tersebut,” demikian laporan Fars, Jumat (3/4/2026), seperti dilansir dari Middle East.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran lebih dulu meminta gencatan senjata. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Teheran.

Upaya mediasi yang melibatkan sejumlah negara, termasuk Pakistan, dilaporkan menemui jalan buntu. Iran disebut menolak bertemu pejabat AS di Islamabad karena menilai tuntutan Washington tidak dapat diterima.

Sebagai syarat, Iran mengajukan penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah serta kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat perang.

Sejumlah negara seperti Turki, Mesir, dan Qatar dilaporkan tengah berupaya memediasi konflik. Namun, Qatar disebut menolak tekanan untuk mengambil peran sebagai mediator utama.

Di tengah kebuntuan diplomatik, konflik militer masih terus berlangsung. Penilaian intelijen AS menyebut Iran masih memiliki sekitar setengah dari peluncur rudal dan drone kamikaze, meskipun telah lebih dari sebulan menghadapi serangan gabungan AS dan Israel.

Pada hari yang sama, militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur AS jenis F-15E di wilayah barat daya negara itu. Juru bicara markas militer Khatam al-Anbiya menyatakan pesawat tersebut hancur total.

Pihak militer AS kemudian mengonfirmasi bahwa pesawat yang jatuh adalah F-15E, bukan F-35 seperti klaim awal Iran.

Operasi pencarian terhadap awak pesawat dilakukan oleh kedua pihak. Media AS melaporkan satu dari dua awak berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Selain itu, laporan media Amerika juga menyebut satu pesawat tempur AS lainnya jenis A-10 jatuh di kawasan Teluk dekat Selat Hormuz, dengan pilot berhasil diselamatkan.

Perkembangan ini menandai eskalasi konflik yang kian meluas, di tengah belum tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN