Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Siap Longgarkan Jalur Minyak di Selat Hormuz, Ada Syarat Transaksi Yuan

Mistar.idMinggu, 15 Maret 2026 09.25
EH
iran_siap_longgarkan_jalur_minyak_di_selat_hormuz_ada_syarat_transaksi_yuan

Selat Hormuz. (Foto: AI Generate)

news_banner

Tehran, MISTAR.ID

Iran mempertimbangkan memberi izin terbatas bagi kapal tanker minyak untuk melintasi Selat Hormuz. Namun, izin tersebut disebut hanya berlaku jika transaksi minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan dari China.

Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari strategi yang tengah disusun Teheran untuk mengatur arus kapal tanker di jalur pelayaran vital tersebut, terutama setelah konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran meningkat.

Selama ini, sebagian besar transaksi minyak global menggunakan dolar AS. Namun, dalam beberapa tahun terakhir minyak mentah dari Rusia yang terkena sanksi semakin banyak diperdagangkan menggunakan rubel atau yuan.

Ketegangan geopolitik juga mendorong Iran menutup Selat Hormuz, jalur utama distribusi energi dari negara-negara Teluk. Langkah ini berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak dunia.

Pada Senin (9/3/2026), harga minyak acuan Brent crude oil sempat menembus US$119,50 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022. Harga kemudian sempat mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir.

Namun, pada perdagangan terbaru, harga kontrak Brent kembali melonjak sebesar US$8,54 atau sekitar 9,28 persen menjadi US$100,52 per barel. Kenaikan ini dipicu meningkatnya serangan Iran terhadap fasilitas minyak serta infrastruktur transportasi di kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari CNN, hingga kini informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN