Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran dan AS Sepakati Draf Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 09.37 WIB
iran_dan_as_sepakati_draf_perpanjangan_gencatan_senjata_60_hari

Wakil Presiden AS JD Vance berbicara dengan wartawan setelah mendarat di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, Kamis (28/5/2026), dalam perjalanan pulang dari Colorado tempat ia menghadiri upacara wisuda tahun 2026 di Akademi Angkatan Udara AS. (Foto: AFP/Pool/Matt Rourke)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID

Iran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menyepakati draf perjanjian untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sekaligus memulai negosiasi menuju pengakhiran perang secara permanen.

Kesepakatan tersebut juga mencakup pencabutan pembatasan pengiriman dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sementara para negosiator melanjutkan pembahasan isu-isu penting, termasuk program nuklir Iran.

Selain itu, AS disebut harus mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta melonggarkan sejumlah sanksi terkait penjualan minyak Iran.

Meski demikian, sejumlah sumber menyebut Presiden AS Donald Trump hingga kini belum menyetujui kesepakatan tersebut. Pemerintah Iran juga belum memberikan komentar resmi mengenai draf perjanjian yang diusulkan.

Kantor berita Iran Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui jalannya negosiasi, menyebut teks perjanjian masih belum difinalisasi dan belum dikonfirmasi secara resmi.

Jika nantinya disetujui kedua pihak, kesepakatan tersebut dinilai menjadi langkah besar menuju perdamaian sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan peluang tercapainya kesepakatan damai semakin terbuka.

“Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat dan kita akan terus berupaya,” kata Vance seperti dikutip Reuters.

“Saya tidak dapat menjamin bahwa kita akan sampai di sana, tetapi saat ini saya merasa cukup optimis,” lanjutnya.

Pemerintahan Trump sebelumnya memang beberapa kali menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang sudah dekat. Namun Iran berulang kali membantah bahkan meremehkan klaim tersebut.

Trump sendiri telah berkali-kali menyebut akhir perang sudah dekat sejak pertengahan Maret, meski kedua pihak dinilai baru menunjukkan sedikit kemajuan dalam proses negosiasi.

Iran menegaskan syarat utama untuk mengakhiri perang adalah pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset-aset Iran di luar negeri, serta penarikan pasukan AS dari kawasan tersebut.

Selain itu, Teheran juga menekankan bahwa setiap kesepakatan damai harus mencakup penghentian serangan Israel di Lebanon. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN