Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Imam Senior Dilarang Masuk Masjid Al-Aqsa

Mistar.idRabu, 18 Februari 2026 pukul 11.47 WIB
imam_senior_dilarang_masuk_masjid_alaqsa

Masjid Al-Aqsa. (Foto: Muslim Hands)

news_banner

Yerusalem, MISTAR.ID

Seorang imam senior di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, mengungkapkan bahwa otoritas Israel melarangnya memasuki kompleks suci tersebut hanya beberapa hari sebelum Ramadan dimulai.

Ia mengaku tidak menerima penjelasan terkait alasan larangan yang berlaku sejak Senin (16/2) itu.

“Saya dilarang masuk ke masjid selama satu minggu, dan perintah ini bisa diperpanjang,” kata Syekh Muhammad al-Abbasi, seperti dikutip AFP, Rabu (18/2/2026).

Abbasi menuturkan, ia baru kembali ke Al-Aqsa sekitar sebulan lalu setelah menjalani perawatan selama setahun akibat kecelakaan mobil serius.

“Larangan ini persoalan besar bagi kami, karena jiwa kami terikat pada Al-Aqsa. Al-Aqsa adalah hidup kami,” ujarnya.

Ramadan dijadwalkan dimulai pekan ini. Selama bulan suci, ratusan ribu warga Palestina biasanya memadati Al-Aqsa yang berada di Yerusalem Timur.

Pada Senin (16/2/2026), polisi Israel menyatakan telah merekomendasikan penerbitan 10.000 izin bagi warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki untuk memasuki Yerusalem. Akses tersebut memang memerlukan izin khusus.

Namun, Kegubernuran Yerusalem Palestina menyebut izin kemungkinan dibatasi hanya untuk pria berusia di atas 55 tahun dan perempuan di atas 50 tahun, serupa dengan kebijakan tahun sebelumnya.

Selain pembatasan akses, otoritas Israel juga dilaporkan menghambat badan Wakaf Islam dalam melakukan persiapan rutin Ramadan, termasuk pemasangan peneduh serta klinik medis sementara.

Sumber dari pihak Wakaf menyatakan 33 stafnya turut dilarang memasuki kompleks tersebut menjelang Ramadan.

Berdasarkan pengaturan yang telah lama berlaku, umat Yahudi diperkenankan mengunjungi kompleks Al-Aqsa, tetapi tidak diizinkan melaksanakan doa di area tersebut.

Israel menyatakan tetap berkomitmen menjaga status quo. Namun, warga Palestina mengkhawatirkan aturan itu mulai tergerus, terutama setelah sejumlah politisi sayap kanan Israel terlihat berdoa di lokasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN