Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Geram Zohran Mamdani Menang, Taipan Properti AS Sebut New York Akan Dijadikan Mumbai

Mistar.idRabu, 12 November 2025 19.40
journalist-avatar-top
geram_zohran_mamdani_menang_taipan_properti_as_sebut_new_york_akan_dijadikan_mumbai_

Taipan AS mencak-mencak setelah Zohdan Mamdani menang pemilihan wali kota New York City. (foto: Reuters/Mistar)

news_banner

Amerika Serikat, MISTAR.ID

Taipan properti Amerika Serikat (AS), Barry Sternlicht, melontarkan kritik keras terhadap terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York City (NYC). Ia menilai kebijakan progresif Mamdani akan membawa kota tersebut menuju masa sulit, bahkan menyamakan kondisi New York nantinya dengan kota Mumbai di India.

Dalam wawancara dengan CNBC, seperti dikutip NDTV, Sternlicht menilai janji kampanye Mamdani — antara lain pembekuan harga sewa apartemen, layanan bus dan penitipan anak gratis, serta pendirian lima toko bahan pokok milik pemerintah kota — berpotensi menekan para pemilik properti dan investor.

“Kaum kiri sudah kehilangan akal dan berkata penyewa tidak perlu membayar. Kalau satu tidak bayar, yang lain ikut tidak bayar, dan akhirnya semua berhenti membayar,” ujarnya dengan nada kesal.

“Dengan kebijakan seperti itu, New York City akan berubah seperti Mumbai,” katanya.

CEO Starwood Capital Group itu juga menuding pekerja serikat di New York sebagai faktor utama tingginya biaya pembangunan dan pengelolaan properti, serta memperingatkan situasi bisa memburuk di bawah kepemimpinan Mamdani.

“Setiap proyek senilai lebih dari 100 juta dolar di New York wajib menggunakan tenaga kerja serikat, dan biayanya sangat mahal. Itu sebabnya harga perumahan di sini tinggi,” katanya.

Menurut Sternlicht, para pengembang terpaksa mencari kesepakatan dengan serikat pekerja, namun dominasi serikat membuat pembangunan hunian menjadi tidak efisien.

“Kami butuh lebih banyak perumahan, tapi itu sulit. Pemerintah harus memberi subsidi besar kalau ingin kami bekerja sama. Pekerja juga perlu lebih fleksibel soal aturan dan upah. Kalau tidak, pembangunan tidak akan ekonomis,” ucapnya.

Sternlicht juga menyoroti kebijakan keamanan publik Mamdani yang berencana mengurangi anggaran kepolisian, sesuatu yang dinilainya bisa memperburuk rasa aman warga.

“Jika warga merasa anak-anak mereka tidak aman, mereka akan pindah. Kalau dia (Mamdani) benar-benar memangkas dana polisi atau merendahkan mereka, kota ini akan menghadapi masa sulit,” tegasnya.

Sternlicht bahkan menyebut perusahaannya mempertimbangkan untuk memindahkan kantor dari Midtown Manhattan jika kebijakan Mamdani benar-benar diterapkan. “Mungkin dia akan belajar dari sejarah. Tapi sejuta orang yang memilihnya mungkin belum tahu bahwa sosialisme belum pernah berhasil di mana pun di dunia,” tuturnya. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN