Saturday, October 10, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Gempa Panama, 27 Orang Terluka-Sejumlah Jalan Rusak

Mistar.idSabtu, 10 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB
gempa_panama_27_orang_terlukasejumlah_jalan_rusak_

Kerusakan akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Panama. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Panama City, MISTAR.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama, Jumat (9/10/2026) waktu setempat. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan bangunan dan sejumlah ruas jalan, sementara sedikitnya 27 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Hingga laporan terakhir, belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 12.56 waktu setempat. Pusat gempa berada sekitar 10 kilometer dari Pitaloza Arriba, sebuah kota kecil di Provinsi Herrera, wilayah tengah Panama.

Guncangan kuat tersebut dirasakan di berbagai wilayah negara Amerika Tengah yang memiliki populasi sekitar 4,5 juta jiwa. Peringatan tsunami yang sebelumnya dikeluarkan untuk wilayah Pasifik Timur juga telah dicabut.

Mengutip laporan AFP, Sabtu (10/10/2026), Sistem Perlindungan Sipil Nasional Panama menyebutkan bahwa 27 orang mengalami luka ringan akibat peristiwa tersebut.

Kepala operasi darurat, Rene Garcia, mengatakan belum ada laporan korban meninggal dunia. Meski demikian, pemerintah masih melakukan penanganan dan pendataan dampak gempa di sejumlah wilayah.

Presiden Panama, Jose Raul Mulino, menggambarkan situasi tersebut sebagai bencana besar. Ia menyebut beberapa ruas jalan mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dilalui. “Sejumlah ruas jalan mengalami kolaps total,” ujar Mulino dalam keterangannya.

Dampak gempa juga dirasakan di Panama City, ibu kota negara yang berjarak sekitar 200 kilometer dari pusat gempa. Guncangan memicu kepanikan sehingga warga berlarian keluar dari gedung-gedung bertingkat untuk menyelamatkan diri.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan air meluap dari kolam renang di atap sebuah gedung setinggi 20 lantai. Video lainnya menunjukkan sebuah jembatan di atas Terusan Panama bergoyang akibat guncangan, tetapi tetap berdiri ketika kendaraan melintas.

Institut geosains setempat juga mencatat lebih dari 80 gempa susulan. Salah satu gempa susulan tersebut dilaporkan memiliki kekuatan magnitudo 6. Di tengah situasi tersebut, Mulino mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak memperburuk keadaan dengan kepanikan.

Presiden Panama itu juga mengunjungi kawasan Penonome untuk mengoordinasikan upaya penanganan bencana bersama pihak terkait. Menteri Kesehatan Panama, Fernando Boyd, menyebut Provinsi Herrera, Cocle, dan Los Santos sebagai wilayah yang mengalami dampak cukup parah.

Kota Tonosi di Provinsi Los Santos bahkan dilaporkan terisolasi akibat terputusnya akses darat. Pemerintah berupaya mencari jalur alternatif agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat di kawasan tersebut.

“Kami sedang mencari cara untuk menjangkaunya melalui jalur udara, karena akses darat tidak memungkinkan,” kata Boyd.

Gangguan juga sempat terjadi di sektor penerbangan. Bandara internasional di Panama City ditutup sementara sebagai tindakan pencegahan, sementara sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain.

Meski demikian, otoritas Terusan Panama memastikan aktivitas pelayaran di kanal yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik tersebut tetap berjalan normal tanpa gangguan yang dilaporkan.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pendidikan Panama turut mengumumkan penghentian sementara kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan pemerintahnya terus memantau perkembangan situasi di Panama melalui media sosial X. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya tengah memobilisasi sumber daya dan personel untuk memberikan bantuan atas permintaan pemerintah Panama.

Hingga Sabtu (10/10/2026), upaya penanganan darurat dan penilaian kerusakan masih menjadi prioritas otoritas setempat, terutama di daerah yang akses transportasinya terganggu akibat gempa.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN