28 C
New York
Thursday, July 18, 2024

Dampak Serangan Israel, Ribuan Anak Palestina Terkubur di Bawah Reruntuhan

Gaza, MISTAR.ID

Ribuan anak Palestina dinyatakan hilang dampak serangan bertubi-tubi yang dilakukan Israel. Anak-anak Palestina yang hilang itu diyakini terjebak di bawah reruntuhan, terkubur di kuburan tak bertanda, terluka parah akibat bahan peledak, ditahan oleh pasukan Israel, atau bahkan hilang dalam kekacauan konflik yang terjadi.

Kelompok bantuan asal Inggris, Save the Children memaparkan hampir 21 ribu anak di Gaza hilang dalam sebuah laporan yang disadur, Selasa (25/6/24).

“Hampir mustahil untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi dalam kondisi saat ini di Gaza. Tetapi setidaknya 17.000 anak diyakini tidak didampingi dan dipisahkan dan sekitar 4.000 anak kemungkinan hilang di bawah reruntuhan dengan jumlah yang tidak diketahui. Juga di kuburan massal,” kata kelompok tersebut.

Baca juga : Indonesia Kecam Warga Israel karena Memasuki Kompleks Masjid Al-Aqsa

Diketahui, Israel telah membunuh lebih dari 14.000 anak di Gaza sejak 7 Oktober 2023, sedangkan yang lain menderita kekurangan gizi parah. Bahkan tidak punya tenaga untuk menangis, demikian kata United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam sebuah laporan.

“Sejak Oktober, Gaza menghadapi kekerasan tanpa henti yang telah menewaskan lebih dari 37.000 orang, termasuk ribuan anak-anak. Hal ini menyusul serangan di Israel oleh kelompok bersenjata Palestina yang menewaskan lebih dari seribu orang, termasuk sedikitnya 33 anak-anak,” bunyi laporan Save the Children.

Baca juga : Ribuan Militan Hamas Dirawat di RS Turki

Laporan ini juga mencatat sekitar 250 anak-anak Palestina hilang di Tepi Barat yang diduduki, pada tanggal 9 Juni. Direktur regional Save the Children, Jeremy Stoner menyebut untuk Timur Tengah menyerukan penyelidikan independen terhadap situasi seputar hilangnya anak-anak di Gaza, dan meminta pertanggungjawaban.

“Keluarga tersiksa oleh ketidakpastian keberadaan orang yang mereka cintai. Tidak ada orang tua yang harus menggali reruntuhan atau kuburan massal untuk mencoba menemukan jenazah anak mereka. Tidak ada anak yang boleh sendirian, tanpa perlindungan di zona perang. Tidak ada anak yang boleh ditahan atau disandera,” tegasnya. (kumparan/hm18)

Related Articles

Latest Articles