Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Chaos Travel Global: Ratusan Penerbangan ke Timur Tengah Dibatalkan

Mistar.idSelasa, 17 Maret 2026 12.00
journalist-avatar-top
chaos_travel_global_ratusan_penerbangan_ke_timur_tengah_dibatalkan

Penerbangan dibatalkan menyusul adanya kebakaran di bandara. (foto:AFP melalui the sun/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Gelombang konflik di Timur Tengah telah mengguncang dunia penerbangan internasional. Ratusan penerbangan dibatalkan, rute populer seperti Dubai, Tel Aviv, Doha, dan Abu Dhabi dihentikan, dan jutaan traveler global terdampak.

Maskapai Dunia Hentikan Rute Strategis

Sejumlah maskapai besar, termasuk British Airways, Lufthansa, Air France, Singapore Airlines, dan United Airlines, memilih menangguhkan layanan ke kota-kota kunci di Timur Tengah. British Airways bahkan memperluas pemangkasan layanan hingga musim panas 2026. Penutupan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat akibat meningkatnya risiko di zona udara konflik.

Sementara itu, maskapai Asia seperti Air India dan Oman Air juga menyesuaikan rute dengan membatalkan penerbangan ke Dubai dan Abu Dhabi, serta mengalihkan penumpang ke bandara alternatif seperti Sharjah. Dampak serupa dirasakan maskapai global lain yang harus melakukan rerouting jarak jauh untuk menghindari wilayah berisiko.

Dampak untuk Traveler

Traveler menghadapi biaya tiket yang melonjak karena rute alternatif lebih panjang, misalnya penerbangan Sydney–London yang naik hingga puluhan ribu poundsterling. Penundaan, pembatalan mendadak, dan rerouting menjadi kenyataan sehari-hari bagi penumpang.

Untuk meredam kerugian penumpang, maskapai global menawarkan travel waiver, termasuk pembatalan, refund, atau penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan untuk rute terdampak DXB (Dubai) dan TLV (Tel Aviv).

Dampak Ekonomi Global

Gangguan ini bukan sekadar soal penerbangan. Penutupan ruang udara dan pembatalan rute utama menimbulkan kerugian miliaran dollar bagi maskapai dan bandara, memengaruhi harga minyak global, logistik, dan jalur perdagangan internasional.

Sentimen pasar melemah karena risiko geopolitik meningkat, sementara biaya operasional maskapai dan harga tiket turut naik tajam.

Fokus Indonesia

Indonesia juga merasakan dampaknya. Beberapa penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ke Dubai, Doha, dan Abu Dhabi dibatalkan, memengaruhi ribuan penumpang dan calon wisatawan.

Hal ini juga berpotensi menekan devisa dari sektor pariwisata dan meningkatkan biaya perjalanan bagi biro perjalanan yang bergantung pada rute Timur Tengah, termasuk untuk Haji dan Umrah.

Fakta Menarik

- Lebih dari 4.000 penerbangan harian dibatalkan di wilayah Teluk pada puncak konflik.

- Rute-rute strategis tidak hanya tertutup di wilayah konflik, tapi juga memengaruhi penerbangan global karena rerouting panjang.

- Level pembatalan saat ini setara atau bahkan melebihi periode terburuk pandemi COVID-19.

Kesimpulan: Konflik Timur Tengah telah memicu chaos travel global. Maskapai besar menghentikan rute strategis, ratusan ribu penumpang terdampak, dan efek ekonomi mulai terasa di seluruh dunia. Bagi Indonesia, konsekuensinya terlihat dari gangguan rute, biaya perjalanan yang meningkat, dan potensi penurunan kunjungan wisatawan.

Chaos travel global bukan sekadar tajuk berita, tapi realita yang menguji ketahanan jaringan penerbangan internasional di era geopolitik penuh ketidakpastian.

(berbagaisumber/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN