Monday, October 12, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Bandara Riyadh Kembali Diserang Houthi

Mistar.idSenin, 12 Oktober 2026 pukul 09.09 WIB
bandara_riyadh_kembali_diserang_houthi

Kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Reuters/Stringer)

news_banner

Riyadh, MISTAR.ID – Kelompok Houthi asal Yaman kembali menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026).

Mengutip AFP, Senin (12/10/2026) pagi, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyebut sebuah proyektil menghantam kawasan bandara hingga memicu kebakaran. Sementara itu, sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal lain di sekitar lokasi.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi adanya sejumlah korban luka. Namun, jumlah pasti korban belum diumumkan. Petugas masih memeriksa lokasi untuk mengetahui tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Seorang warga di kawasan Al-Aarid, Riyadh bagian utara, menggambarkan kuatnya dampak ledakan yang dirasakan hingga ke rumahnya.

"Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang," kata warga tersebut.

Kelompok Houthi mengaku melancarkan sejumlah serangan dalam 24 jam terakhir. Targetnya termasuk Bandara Riyadh. Kelompok Houthi mengancam akan terus menyerang pusat-pusat transportasi Arab Saudi.

Selain Riyadh, serangan juga menyasar Bandara Dammam di wilayah timur Arab Saudi. Koalisi Saudi sebelumnya melaporkan sebuah proyektil jatuh di dekat bandara tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Militer Saudi juga mengumumkan telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone di wilayah timur.

Serangan Sebelumnya Tewaskan Belasan Orang

Ini bukan kali pertama Houthi menyerang Arab Saudi. Sehari sebelumnya, Sabtu (10/10/2026), Houthi juga menyerang negara tersebut dan menyebabkan empat warga Arab Saudi tewas. Kemudian, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Sebanyak 309 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Kedutaan Besar India kemudian mengonfirmasi seorang warga negaranya meninggal dunia pada Minggu akibat luka yang diderita dalam serangan sehari sebelumnya.

Seorang saksi berusia 32 tahun menggambarkan kepanikan di lokasi ketika serangan menghantam bandara. Dia menyebut sejumlah korban mengalami luka parah dan penumpang berlarian menyelamatkan diri.

"Orang-orang yang berada di Terminal 3 mulai berlari ke arah kami. Ada yang kehilangan tangan atau lengan. Orang-orang berlarian sambil menggendong korban luka yang berlumuran darah," ujarnya. (afp)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN