Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Tambah 3.500 Pasukan Buat Serangan Darat ke Iran

Mistar.idSenin, 30 Maret 2026 pukul 09.58 WIB
as_tambah_3500_pasukan_buat_serangan_darat_ke_iran

Kapal amfibi USS Tripoli. (Foto: US Department of Defense)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan sekitar 3.500 pasukan tambahan telah tiba di Timur Tengah dengan menggunakan kapal amfibi USS Tripoli. Kehadiran pasukan ini memunculkan spekulasi terkait kemungkinan persiapan operasi darat ke Iran.

Dilansir Al Jazeera, Senin (30/3/2026), pasukan tersebut merupakan bagian dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang tiba pada 27 Maret, dilengkapi dengan pesawat angkut, jet tempur, serta berbagai aset serbu amfibi dan taktis.

Pengerahan ini terjadi di tengah klaim Presiden Donald Trump bahwa negosiasi sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Selain itu, militer AS juga disebut-sebut tengah mempertimbangkan pengiriman tambahan ribuan personel dari Divisi Lintas Udara ke-82.

Di sisi lain, laporan The Washington Post menyebutkan AS sedang menyiapkan rencana operasi darat di Iran. Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah mempersiapkan skenario operasi tersebut selama beberapa pekan terakhir.

Para pejabat itu menilai kemungkinan operasi darat tidak akan sampai pada invasi skala penuh dan bisa melibatkan pasukan khusus serta infanteri konvensional.

Namun, laporan tersebut juga menegaskan belum ada kepastian apakah Trump akan menyetujui seluruh, sebagian, atau bahkan tidak satu pun dari rencana yang disusun Pentagon.

Laporan ini muncul beriringan dengan pengumuman kedatangan 3.500 marinir di kawasan tersebut. Sementara itu, Trump kembali mendesak Iran untuk menyerah dan memperingatkan akan melepaskan malapetaka jika negara itu tetap memblokir Selat Hormuz.

Sebagai latar belakang, konflik memanas sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah fasilitas milik AS di kawasan Teluk.

Selain itu, Iran juga memperketat kontrol di Selat Hormuz yang berdampak pada lonjakan harga energi global. Upaya AS untuk mengajak negara lain membuka kembali jalur tersebut juga dilaporkan tidak mendapat dukungan luas. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN