Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Kirim Pasukan ke Ekuador, Targetkan “Narco-Teroris”

Mistar.idRabu, 4 Maret 2026 pukul 20.07 WIB
as_kirim_pasukan_ke_ekuador_targetkan_narcoteroris

Ilustrasi, AS Kirim Pasukan ke Ekuador, Targetkan “Narco-Teroris”. (foto:tangkapanlayarvideo Komando Selatan AS/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Amerika Serikat resmi melancarkan operasi militer bersama Ekuador untuk memburu kelompok yang disebut sebagai “narco-teroris”, menandai eskalasi baru dalam perang melawan narkoba di Amerika Latin.

Operasi dimulai pada 3 Maret 2026 dan diumumkan oleh United States Southern Command (SOUTHCOM), komando militer AS untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia. Dalam pernyataan resminya, SOUTHCOM menyebut operasi ini menargetkan organisasi yang telah ditetapkan sebagai teroris karena keterlibatan dalam perdagangan narkotika dan kekerasan bersenjata.

Komandan SOUTHCOM, Jenderal Francis L. Donovan, memuji militer Ekuador atas komitmennya melawan kelompok yang ia sebut telah menyebarkan “teror, kekerasan, dan korupsi” di kawasan.

Meski demikian, rincian lokasi, jumlah pasukan, maupun target spesifik operasi tidak dipublikasikan. Pemerintah Ekuador menyatakan detail tersebut bersifat rahasia demi alasan keamanan.

Ekuador Jadi Episentrum Jalur Kokain

Operasi ini tak lepas dari memburuknya situasi keamanan di Ekuador dalam beberapa tahun terakhir. Negara yang dulu relatif stabil itu kini menjadi salah satu titik transit utama kokain dari Kolombia dan Peru menuju Amerika Serikat serta Eropa.

Sejak 2024, Ekuador dilanda gelombang kekerasan geng, termasuk penyerbuan stasiun televisi saat siaran langsung dan kerusuhan berdarah di dalam penjara. Presiden Daniel Noboa bahkan menetapkan keadaan darurat dan menyebut negaranya berada dalam “konflik bersenjata internal” melawan kelompok kriminal.

Dua geng besar, yakni Los Lobos dan Los Choneros, sebelumnya telah ditetapkan pemerintah AS sebagai organisasi teroris. Penetapan ini memberi Washington dasar hukum lebih luas untuk membekukan aset, memburu jaringan keuangan, hingga melakukan operasi keamanan lintas negara.

Strategi Baru: Dari Laut ke Darat

Selama ini, operasi militer AS di kawasan lebih banyak dilakukan di laut—mencegat kapal penyelundup di Karibia dan Pasifik timur. Namun operasi di dalam wilayah Ekuador menunjukkan pergeseran signifikan: keterlibatan militer darat secara langsung bersama pasukan lokal.

Langkah ini mempertegas pendekatan keras Washington dalam memerangi narkotika, sekaligus memperdalam kerja sama keamanan bilateral dengan Quito.

Dampak dan Risiko

Di satu sisi, operasi ini berpotensi memperkuat kapasitas Ekuador dalam menekan jaringan narkoba bersenjata. Di sisi lain, kehadiran militer asing di wilayah berdaulat juga memicu perdebatan soal kedaulatan nasional dan risiko eskalasi konflik.

Yang jelas, operasi ini menjadi penanda bahwa perang melawan narkoba di Amerika Latin kini memasuki babak baru—dengan Ekuador sebagai salah satu medan utamanya.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN