Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Otoritas Selidiki Penyebab Kematian 13 Narapidana di Penjara Ekuador

Mistar.idSelasa, 9 Desember 2025 pukul 09.37 WIB
otoritas_selidiki_penyebab_kematian_13_narapidana_di_penjara_ekuador_

Ilustrasi penjara di Ekuador. (foto: Getty Images/Mistar)

news_banner

Quito, MISTAR.ID

Sebanyak 13 narapidana ditemukan tewas di sebuah penjara di kota pesisir Machala, Ekuador, akhir pekan lalu. Pihak berwenang kini tengah menyelidiki penyebab kematian para tahanan tersebut.

Menurut pernyataan badan layanan pemasyarakatan Ekuador (SNAI), jenazah para napi ditemukan polisi tidak lama setelah terjadi 'ledakan alat peledak' di area luar penjara. Ledakan itu memicu peningkatan keamanan di kompleks tersebut.

Media lokal melaporkan para korban diduga meninggal akibat asfiksia atau kondisi kekurangan suplai udara. Laporan tersebut juga menyebutkan ledakan terjadi pada jarak sekitar 100 meter dari penjara dan diduga berasal dari serangan drone yang digunakan untuk mengalihkan perhatian petugas.

SNAI menyampaikan otopsi dan serangkaian prosedur investigasi sedang dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para narapidana.

Insiden ini bukan yang pertama terjadi di penjara Machala. Bulan lalu, 31 narapidana juga meninggal, sebagian besar akibat sesak napas, menyusul kerusuhan bersenjata. Pada akhir September, 14 orang lainnya—including seorang sipir—tewas dalam pertikaian bersenjata di fasilitas yang sama.

Penjara-penjara di Ekuador dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi lokasi pembantaian massal, seiring meningkatnya kekerasan antar geng narkoba yang menjadikan lembaga pemasyarakatan sebagai basis operasi. Foto-foto korban yang dimutilasi atau dibakar pun kerap beredar di media sosial.

Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika (IACHR) mencatat sedikitnya 663 narapidana tewas akibat kekerasan di penjara-penjara Ekuador sejak 2020.

Presiden Daniel Noboa telah mendorong kebijakan keamanan yang lebih keras terhadap kelompok kriminal terorganisir. Pada 2024, pemerintahnya bahkan menetapkan situasi di Ekuador sebagai 'konflik bersenjata internal' dalam upaya memerangi kartel narkoba. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN