Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS dan Iran Resmikan Nota Kesepahaman Damai

Mistar.idKamis, 18 Juni 2026 09.47
EH
as_dan_iran_resmikan_nota_kesepahaman_damai

Ilustrasi AS dan Iran. (Foto: AI)

news_banner

Washington, MISTAR.ID

Amerika Serikat dan Iran resmi mengesahkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjadi landasan awal bagi upaya mengakhiri konflik dan membuka babak baru hubungan kedua negara.

Dokumen yang diberi nama "Nota Kesepahaman Islamabad antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran" itu diumumkan pada Rabu (17/6/2026) setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatanganinya secara digital. Langkah tersebut membuat rencana seremoni penandatanganan di Swiss yang semula dijadwalkan pada 19 Juni tidak lagi diperlukan.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut kesepakatan tersebut menjadi kerangka awal untuk membuka kembali Selat Hormuz, memulai pembahasan pencabutan sanksi, serta menangani isu program nuklir Iran melalui proses negosiasi lanjutan.

Dalam dokumen tersebut, kedua negara sepakat menghentikan operasi militer dan menghindari penggunaan kekuatan satu sama lain. Mereka juga berkomitmen menghormati kedaulatan masing-masing serta menempuh jalur diplomasi guna mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari, dengan opsi perpanjangan jika disetujui kedua pihak.

Salah satu poin utama MoU mengatur langkah Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade laut terhadap Iran secara bertahap. Sebagai imbalannya, Teheran akan berupaya memastikan kelancaran pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan melakukan pembersihan hambatan yang dapat mengganggu lalu lintas maritim.

Kesepakatan itu juga memuat rencana pembahasan lebih lanjut mengenai pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran. Dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (18/6/2026), Washington menyatakan kesiapan memberikan berbagai pengecualian terkait ekspor minyak, layanan perbankan, asuransi, dan sektor pendukung lainnya selama proses implementasi berlangsung.

Di bidang nuklir, Iran kembali menegaskan tidak akan memperoleh maupun mengembangkan senjata nuklir. Kedua negara juga menyepakati mekanisme untuk menangani stok material nuklir yang telah diperkaya dengan pengawasan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Detail teknisnya akan dirumuskan dalam perundingan berikutnya.

Selain itu, MoU mengatur pembentukan mekanisme pengawasan guna memastikan seluruh butir kesepakatan dijalankan sesuai komitmen masing-masing pihak. Hasil akhir negosiasi nantinya direncanakan untuk diperkuat melalui resolusi mengikat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meski dianggap sebagai terobosan diplomatik penting, nota kesepahaman tersebut masih bersifat kerangka awal. Sejumlah isu krusial, termasuk rincian program nuklir Iran dan pencabutan sanksi secara menyeluruh, masih akan menjadi bahan negosiasi intensif dalam beberapa pekan mendatang. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN