Koptu HB Dituding Pemilik Lapak Judi, Pangdam: Itu Disewa


Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto. (f:matius/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto membantah jika anggotanya Koptu HB, sebagai pengelola lapak judi yang dianggap pemicu awal dalam kasus kematian jurnalis Tribrata TV Rico Sampurna Pasaribu.
Dijelaskan Rio, berdasarkan penjelasan yang ia terima Polisi Militer Kodam I Bukit Barisan (Pomdam) dan Komando Hukum Daerah Militer I Bukit Barisan (Kumdam) jika area yang dijadikan sebagai tempat lapak judi tersebut telah disewakan.
“Jadi yang saya dapat penjelasan dari Pomdam dan Kumdam, area itu disewakan kepada orang lain jadi dia tidak terlibat,” ujar Rio Kamis (27/2/2025) di Polda Sumut.
Lanjut Rio Firdianto, setelah area tersebut disewakan ke pihak lain, tiba-tiba terjadi kebakaran tersebut. Sehingga, dalam peristiwa itu tidak ada sedikitpun keterlibatan dari Koptu HB, seperti yang dituduhkan sebelumnya.
“Kita terbuka, kita berikan kesempatan kepada pihak lain untuk menunjukkan bukti baru. Kalua dia terbukti akan kita tindak,” ujarnya mengakhiri.
Sebelumnya, Rio juga menyebut Koptu HB tidak terlibat dalam kasus pembakaran sekaligus pembunuhan Rico Sampurna Pasaribu, Jurnalis Tribrata TV asal Kabupaten Karo.
Katanya, beberapa hari lalu, Koptu HB sudah menjalani pemeriksaan dalam persidangan. Namun tidak ada ditemukan bukti baru terkait dengan keterlibatan dari Koptu HB.
Perwira tinggi TNI itu menyebut, dalam kasus ini pihaknya cukup terbuka. Bila mana ada bukti baru yang membuktikan keterlibatan dari Koptu HB akan ditampung oleh pihaknya.
Perlu diketahui, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan bersama Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara, telah menghadirkan sejumlah bukti baru yang menguatkan jika Koptu HB. Personel TNI aktif, diduga kuat sebagai dalang atau aktor intelektual dalam kasus pembunuhan Rico Sampurna Pasaribu dan keluarga.
Bukti-bukti tersebut diantar langsung oleh Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, Eva Pasaribu anak dari korban Rico Sampurna Pasaribu dan tim KKJ Sumut, ke Polisi Militer Kodam I Bukit Barisan, pada Kamis (13/2/25) sore sekitar pukul 14.30 WIB lalu.
Arta Sigalingging kuasa hukum sekaligus tim dari LBH Medan mengatakan, kedatangan pihaknya saat ini untuk menyampaikan sejumlah alat bukti yang diyakini dapat membuktikan terkait dengan keterlibatan dari Koptu HB.
“Tujuan kami untuk menyerahkan bukti tambahan berupa bukti elektronik yaitu sebanyak 7 bukti elektronik baru,” ujar Arta.
Arta menegaskan, bukti ini mengarahkan pada keterlibatan personel TNI aktif yakni, Koptu HB yang selama ini disebut-sebut dalam persidangan atau dari keterangan saksi-saksi.
Bahkan terdakwa Bebas Ginting alias Bulang, menyebutkan nama Koptu HB di dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kabanjahe, beberapa waktu lalu. Adapun sejumlah barang bukti yang dihadirkan pihaknya antara lain, bukti elektronik berupa screenshot whatsapp.
Dimana, kurang lebih dua bulan lalu, Eva Pasaribu dihubungi oleh terdakwa Bebas Ginting. Dari telepon whatsApp Bebas Ginting menyebutkan bahwa, memang benar ia disuruh Koptu HB. Namun saat itu, Bebas Ginting tidak secara tegas menyampaikan hal itu serta berdalih akan mengingat kembali.
Selain itu, LBH Medan juga menyerahkan sejumlah rekaman saksi-saksi didalam persidangan. Dimana, dalam pengakuan mereka, terdakwa Bebas Ginting merupakan kaki tangan dari Koptu HB dan juga menyatakan bahwa lokasi judi itu adalah milik Koptu HB.
Yang terakhir, kita menyerahkan 2 potong rekaman keterangan saksi Anderson yang menguatkan terkait dengan keterlibatan Koptu HB. Untuk itu, dengan adanya bukti-bukti ini, pihak Pomdam I Bukit Barisan, bisa mengambil tindakan untuk menetapkan Koptu HB sebagai tersangka.
Untuk diketahui, kasus ini bermula pada Kamis 27 Juni 2024 lalu, dimana saat itu satu unit rumah berbahan dasar kayu milik Jurnalis Tribrata TV Rico Sampurna Pasaribu dibakar oleh orang tidak dikenal pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Akibat kejadian itu, Rico Sampurna Pasaribu, istri, anak dan cucunya yang merupakan anak dari Eva Pasaribu tewas terpanggang dalam kebakaran tersebut.
Setelah kejadian ini mencuat ke publik, Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Sumut melakukan penyelidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka salah satunya Bebas Ginting alias Bulang. (matius/hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Warga Tembung Ditangkap Jual Sabu di Tanah Karo