Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Usut Penyebab Kematian Pelajar SMP di Pagar Merbau, Polisi Lakukan Ekshumasi

Mistar.idSenin, 9 Februari 2026 16.54
journalist-avatar-top
HS
usut_penyebab_kematian_pelajar_smp_di_pagar_merbau_polisi_lakukan_ekshumasi_

Ekshumasi makam Hafidz Khairu Agam yang dilakukan tim Forensik RS Bhayangkara Medan. (foto: sembiring/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Polresta Deli Serdang bersama Tim Forensik RS Bhayangkara Medan melakukan ekshumasi (pembongkaran makam) Hafidz Khairu Agam, 15 tahun, remaja SMP yang ditemukan meninggal dunia di area persawahan warga di Desa Sukamandi Hilir, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (22/12/2025).

Ekshumasi dilakukan untuk menyelidiki lebih mendalam penyebab kematian korban, menyusul adanya permintaan resmi dari pihak keluarga melalui kuasa hukum yang menduga korban tidak meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, melainkan diduga menjadi korban tindak pidana.

Proses ekshumasi dilakukan Tim Forensik RS Bhayangkara Medan bersama penyidik Polresta Deli Serdang, Minggu (8/2/2026).

“Iya, semalam sudah dilakukan ekshumasi oleh pihak kepolisian. Namun untuk hasilnya kami belum mengetahuinya,” ujar Kepala Desa Pasar V Kebun Kelapa, H Sumantri, saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Hafidz Khairu Agam merupakan warga Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas Polresta Deli Serdang yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dipimpin Kanit Gakkum AKP R Gultom, menyatakan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tunggal.

Namun, keluarga korban belakangan mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang kemudian memunculkan dugaan lain terkait penyebab kematian Hafidz. Melalui kuasa hukumnya, Hafiz Saragih, pihak keluarga mengajukan permohonan resmi kepada kepolisian agar dilakukan ekshumasi.

“Kami mengajukan ekshumasi karena dari informasi dan fakta di lokasi kejadian terdapat kejanggalan. Sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan signifikan, padahal disebutkan korban menabrak bok (pembatas jembatan) kecil,” ujarnya.

Selain itu, menurut kuasa hukum, kecurigaan juga muncul karena rekan-rekan korban yang diketahui keluar bersama pada malam kejadian tidak memberikan informasi apa pun terkait peristiwa yang menimpa korban.

“Tidak ada kabar atau pemberitahuan apa pun dari teman-teman korban pada malam kejadian tersebut. Ini juga menjadi pertanyaan bagi pihak keluarga,” katanya.

Sebelumnya, warga menemukan jasad korban tergeletak di area persawahan dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan darah.

Di dekat jasad, ditemukan sepeda motor milik korban. Peristiwa itu sempat menggegerkan warga sekitar. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Drs H Amri Tambunan untuk dilakukan visum.

Berdasarkan pengamatan awal di lokasi kejadian, warga menyebutkan tidak ditemukan bekas seretan kendaraan di sekitar lokasi, namun terdapat pecahan kaca lampu sepeda motor di bagian bok jembatan yang berada tepat di atas lokasi ditemukannya jasad korban dan sepeda motornya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN