Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Tawuran di Simpang Dolok Batu Bara, Remaja Pengendara Motor Jadi Sasaran

Mistar.idSenin, 2 Maret 2026 11.46
AN
EP
tawuran_di_simpang_dolok_batu_bara_remaja_pengendara_motor_jadi_sasaran

Korban dugaan penganiayaan, Irvando Sagala. (Foto: Gokmauli Sagala/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

Seorang remaja, Irvando Sagala, 19 tahun, yang tengah menuju Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, dengan mengendarai sepeda motor diduga menjadi sasaran kelompok remaja yang tengah melakukan tawuran di Desa Simpang Dolok, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Abang korban, Gokmauli Sagala, menjelaskan insiden bermula ketika adiknya, Irvando, yang hendak membeli makanan di Pajak Simpang Dolok, melintas di depan pemakaman umum Simpang Dolok.

Di tempat tersebut, Irvando melihat sejumlah anak remaja beramai-ramai di jalan yang diduga sedang tawuran.

“Kaget melihat kerumunan anak remaja yang diduga sedang melakukan tawuran, adik saya menghentikan sepeda motornya,” ujar Gokmauli Sagala kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Masih menurut Gokmauli, setelah berhenti, beberapa orang yang diduga bagian dari kelompok tawuran tersebut mendatangi Irvando dan melakukan pemukulan, merusak sepeda motor korban, serta menganiaya korban.

"Akibat penganiayaan tersebut, adik kami Irvando mengalami luka bekas pemukulan di bagian kepala dan lengan sehingga mengeluarkan darah," terang Gokmauli.

Disebutkan Gokmauli, keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Lima Puluh. Keluarga meminta perhatian dari Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson HH Nainggolan agar kasus dugaan pengeroyokan tersebut segera ditindaklanjuti.

“Harapan kami, pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap remaja yang melakukan penganiayaan terhadap adik kami. Ini harus mendapat hukuman sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala membenarkan pengaduan Irvando Sagala. "Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan tersebut," ucap Sagala. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN