Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Senjata Api di Polres Labusel Dinyatakan Lengkap dan Sesuai Administrasi

Mistar.idJumat, 17 April 2026 pukul 18.18 WIB
senjata_api_di_polres_labusel_dinyatakan_lengkap_dan_sesuai_administrasi_

Pemeriksaan senjata oleh Mabes Polri di Polres Labusel. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Labusel, MISTAR.ID

Mabes Polri melalui Divisi Propam bersama Slog memeriksa persenjataan Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel), Jumat (17/4/2026). Kegiatan dilakukan untuk memastikan tidak ada celah sedikit pun dalam pengelolaan senjata api dinas.

Pemeriksaan berlangsung di Aula Polres Labusel dipimpin Kombes Herry Affandi, didampingi AKBP Teguh dari Slog Mabes Polri, serta Iptu Novri dari Div Propam. Ikut dalam pemeriksaan itu jajaran Bidpropam Polda Sumut, termasuk Kompol Asanul dan Ipda Hendri Sidabutar, bersama tim gabungan lainnya.

Kapolres Labusel, AKBP Aditya SP Sembiring, mengatakan pemeriksaan ini momentum evaluasi menyeluruh terhadap disiplin internal. Pemeriksaan dilakukan tanpa kompromi mulai dari gudang logistik, sistem penyimpanan, hingga senjata api yang berada di tangan personel.

Setiap unit dicek, setiap data dicocokkan. Hasilnya, seluruh senjata api dinyatakan lengkap, bersih, dan sesuai administrasi.

Sebanyak 233 pucuk senjata api laras pendek diperiksa dengan total 7.800 butir amunisi. Sementara 74 pucuk senjata api laras panjang dengan 8.100 butir amunisi juga dipastikan dalam kondisi layak pakai. Tidak ditemukan kehilangan, tidak ada penyimpangan.

Aditya menegaskan senjata api bukan sekadar inventaris, melainkan alat berisiko tinggi yang setiap penggunaannya harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.

“Tidak ada ruang untuk kelalaian. Setiap personel wajib patuh prosedur, disiplin, dan memahami bahwa satu kesalahan saja bisa berdampak besar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan hasil baik dari pemeriksaan ini bukan alasan untuk berpuas diri. Justru sebaliknya, pengawasan harus semakin diperketat agar potensi penyalahgunaan benar-benar ditekan hingga nol.

“Ini soal kepercayaan publik. Ketika senjata terjaga, maka profesionalisme juga terjaga. Kita tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apa pun,” katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN